Tampilkan postingan dengan label Analisis Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisis Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 April 2021

Melanjutkan Studi Menuju Sarjana Muda

Setelah menyelesaikan Diploma III Analis Kesehatan di tahun 2017, saya mengalami abad yang cukup membingungkan, menata mimpi yang gres akan dimulai, namun telat untuk disadari. Persiapan yang sungguh kurang menciptakan asa saya untuk menuju kampus dambaan hati belum dapat terealisasi. Berhubung sang waktu terus melaju, saya pun menetapkan untuk melanjutkan studi seperti beberapa sahabat dan kakak tingkat terdahulu. Kala itu, ada opsi lanjutan studi diploma IV dan sarjana. Saya berusaha untuk tetap berada di koridor yang benar, menjajal peruntungan tes masuk diploma IV, namun Tuhan tidak merestui.


Pilihan Allah memang yang terbaik, dikala ini aku tengah menempuh studi sarjana (S1) pada Fakultas Biologi  dengan peminatan Biomedik (hanya tersedia kelas karyawan, dengan resiko belajar sore sampai malam) di Universitas Nasional. Universitas Nasional (Unas) terletak di Jalan Sawo Manila, Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan Menara Unas (pasca sarjana) di Jalan Raya Ragunan, Jakarta Selatan.


Baiklah, sobat-sahabat, kisah awal kuliah aku pun dimulai. Berawal dari registrasi dan seleksi manajemen (mirip mahasiswa baru kebanyakan), serta konversi nilai dari perguruan tinggi tinggi asal aku ke Unas. Hasil konversi nilai akan kuat dengan sks yang akan ditempuh selama studi. Untuk alumni DIII Analis Kesehatan yang melanjutkan studi ke Fakultas Biologi (peminatan Biomedik) Unas umumnya akan dapat ditempuh dalam 3 semester. Hal ini mampu berlawanan antar mahasiswa beda kampus, sesuai dengan hasil konversi mata kuliah. Saat ini, aku kembali menjadi mahasiswi dengan segala warna-warninya. Jika ada teman-teman yang terpesona atau ingin berdiskusi lebih lanjut perihal lintas Analis Kesehatan – Biomedik ini, aku akan senang sekali. Semoga goresan pena ini berguna untuk sahabat-sobat, terima kasih!


 


Kode Konten : KL033



Sumber we.com

Selasa, 30 Maret 2021

Diploma Iii Analis Kesehatan / Teknologi Laboratorium Medik

Salam semangat buat sahabat-sahabat penimba ilmu dari seantero negeri! Nama saya Wulan Aditia, seorang lulusan dari Diploma III Analis Kesehatan atau yang sekarang sudah berubah nomenklatur menjadi Teknologi Laboratorium Medik Poltekkes Kemenkes Bengkulu yang telah diwisuda pada tahun 2017. Untuk lulusan program studi Diploma III Analis Kesehatan ini sendiri, saya ialah salah satu angkatan ke-6 di Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Di sini saya akan mencoba berbagi pengalaman tentang prodi saya (Diploma III Analis Kesehatan). Untuk pelengkap buat teman-sobat nih ya, Analis Kesehatan ini ada prodi Diploma III dan Diploma IV, aku akan bercerita bab saya prodi Diploma III.


Teman-sobat mungkin agak asing dengan “Analis Kesehatan”, tapi saya yakin sobat-sobat telah pernah datang ke laboratorium rumah sakit atau swasta, berjumpa dengan laboran yang melaksanakan pengambilan darah vena. Nah, laboran itu yaitu seorang Analis. Tenaga Analis ini berasal dari lulusan D III Analis Kesehatan, ya lulusan D III Analis Kesehatan yaitu salah satu tenaga kesehatan siap pakai. Berminat untuk kenalan lebih bersahabat dengan Analis Kesehatan? Jika jawabannya “Ya”, sobat-teman perlu membaca beberapa hal di bawah ini. Apa saja yang mau dijumpai ketika menjadi mahasiswa DIII Analis Kesehatan? Karena ialah salah satu rumpun ilmu medis, kita akan mencar ilmu perihal cairan tubuh insan [darah, urine, feses, sputum (dahak), bahkan liquor cerebro spinalis (cairan otak) dan lainnya] yang berhubungan dengan patologi/penyakit yang timbul pada insan. Contohnya gini, saat kita datang ke laboratorium untuk melakukan pemeriksaan tifus, maka akan diambil darahnya dan dikerjakan investigasi lebih lanjut oleh Analis. Atau ketika melaksanakan tes narkoba, kita akan menunjukkan sampel urine dan Analis akan melakukan investigasi lebih lanjut. Sama halnya dengan penyakit difteri yang dewasa ini hangat dibicarakan di seantero negeri dan tercatat sebagai Kejadian Luar Biasa saat ini, petugas Analis lah yang melaksanakan investigasi kepada sampel usap tenggorok pasien suspect difteri tersebut.


Mata kuliah yang menunjang profesi seorang Analis Kesehatan ada banyak loh, diantaranya hematologi (ilmu ihwal darah), bakteriologi (ilmu perihal kuman), kimia klinik (aneka macam investigasi klinik di bab Laboratorium Patologi Klinik), parasitologi (ilmu ihwal parasit, benalu di sini kami belajar wacana cacing atau makhluk hidup lain yang mampu menginfeksi manusia), virologi (ilmu perihal virus), sitohistoteknologi (ilmu wacana teknologi sel dan jaringan), imunoserologi (ilmu ihwal imunitas atau kekebalan tubuh insan) dan masih banyak lagi. Untuk perkuliahan, para penimba ilmu nantinya bakal banyak menghabiskan waktu mencar ilmu di laboratorium untuk praktikum alasannya memang dititikberatkan pada hal itu, dan sehabis praktikum dilakukan kita diharuskan untuk menulis laporan hasil praktikum biasanya ditulis tangan 2 hingga 3 lembar kertas double folio (itu masih kategori sedikit loh, ada juga dosen yang mewajibkan kita untuk menulis laporan lebih dari 5 lembar) dan dikumpulkan 3 hari setelahnya atau tergantung instruksi dosen yang bersangkutan, di permulaan mata kuliah akan disampaikan untuk mempersiapkan suatu buku laporan praktikum dan akan dilaksanakan kontrak awal mata kuliah.


Ada pula mata kuliah Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan langsung di laboratorium rumah sakit dan puskesmas. Ketika melakukan PKL inilah kami mulai melakukan adaptasi dengan lingkungam kerja dan penduduk untuk melatih kecakapan seorang Analis Kesehatan. Di lahan PKL, kami melakukan berbagai investigasi baik secara manual maupun otomatis dengan sampel cairan badan manusia, kami dibagi dalam beberapa kawasan/ruang yaitu Laboratorium Patologi Klinik, Laboratorium Patologi Anatomi dan Bank Darah. Di bab Laboratorium Klinik, kami melakukan pemeriksaan narkoba dari sampel urine, glukosa darah, kolesterol darah, dan masih banyak lagi yang mampu sahabat-teman lihat di blanko investigasi laboratorium. Di bagian Laboratorium Patologi Anatomi kita akan melihat jaringan kanker dan proses pemeriksaannya. Dan satu lagi, Bank Darah sebagai kawasan penyimpanan darah di rumah sakit, disini kami menilik golongan darah serta mencocokkan kalangan darah donor dan pasien. Perlu sobat-sahabat ketahui disini sampel yang biasanya dipakai untuk pemeriksaan tidakla dalam jumlah banyak, disesuaikan dengan alat dan jenis pemeriksaan yang diminta, sampel yang dipakai lazimnya tidak lebih dari 5 mL atau acap kali dalam satuan mikro. Selain itu, dari pihak kampus, ada mata kuliah Praktek Kerja Lapangan Terpadu (PKLT) dimana kami jurusan-jurusan yang ada di Poltekkes Kemenkes Bengkulu melakukan pengabdian pribadi ke penduduk di daerah kami dengan menerapkan disiplin ilmu masing-masing.


Analis Kesehatan sangat berhubungan dekat dengan mikroskop alasannya sering melakukan pemeriksaan memakai mikroskop dan dikenal pula selaku vampire alasannya adalah mengambil darah manusia, disini kami mengambil darah cuma 1, 3 atau 5 cc, tidak terlalu banyak, yang nantinya dipakai sebagai sampel investigasi. Gambar di atas merupakan salah satu kecakapan umum seorang Analis. Ya! Kami menggunakan mikroskop dan gambar disampingnya ialah hasil pengamatan menggunakan mikroskop. Misalnya pada Plasmodium vivax dalam fase tropozoit, plasmodium ini berada di dalam sel darah merah (eritrosit). Nah, plasmodium ini dapat kita peroleh pada darah pasien yang menderita malaria, kalian udah tahu malaria, kan? Penyakit malaria disebabkan benalu ini (plasmodium) dengan mediator nyamuk Anopheles sp. betina. Kami mempelajari ini di mata kuliah parasitologi.


Dalam kesehariannya, khususnya pemeriksaan Kimia Klinik yang dilaksanakan di Laboratorium Patologi Klinik, terdapat alat “harian” yakni centrifuge,  tahapnya dinamakan sentrifugasi. Alat ini dipakai untuk memisahkan sampel yang mau diperiksa (pemisahan plasma darah dan serum). Bagi teman-teman yang masih ingin tau, ayo terus cari tahu lebih lanjut. Satu hal lagi, (calon) tenaga kesehatan juga harus memperhatikan diri sendiri ketika melaksanakan pemeriksaan di laboratorium dengan cara memakai alat pertolongan diri, dalam hal ini kita harus menggunakan masker, sarung tangan (handscoon), jas laboratorium dan sepatu karet yang tertutup di bagian depannya.


Untuk harapan kerja gimana? Tak usah cemas, seorang Analis masih banyak diperlukan saat ini, baik di laboratorium rumah sakit, puskesmas, klinik swasta, laboratorium kesehatan kawasan, dan lainnya. Seorang Analis di rumah sakit akan melaksanakan konfirmasi hasil investigasi sekaligus rekan kerja dokter spesialis patologi klinik (di Laboratorium Patologi Klinik) atau dokter spesialis patologi anatomi (di Laboratorium Patologi Anatomi). Semoga mampu membantu dan memperlihatkan isu gres bagi sahabat-teman penimba ilmu di seantero negeri, kritik dan rekomendasi boleh di kolom komentar, yaa, terima kasih, pejuang ilmu ^^.


 


Kode Konten : KL030



Sumber we.com

Selasa, 12 Januari 2021

Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (Sukma)

Perkenalkan nama saya Sukma Yuliana Pawestri lazimdiundang Yuli. Saya mahasiswi dari Prodi D III Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta angkatan 2017. Selain Analis Kesehatan jurusan saya juga mampu disebut Analis Medik ataupun Teknologi Laboratorium Medik (TLM). Pada kesempatan ini aku ingin membagikan pengalaman kuliah saya selama mencar ilmu disini. Semangat membaca intipers.


Apa yang dipelajari di Jurusan Analis Kesehatan / TLM Poltekkes Kemenkes Yogyakarta ?


Banyak hal yang dipelajari di Jurusan ini dari mata kuliah klinis dan non klinis. kita juga masih belajar Agama, Bahasa Inggris, Pendidikan Pancasila dll


Untuk mata kuliah Kejuruannya kta mempelajari :


Beberapa Mata Kuliah Klinis yang dipelajari :



  • Anatomi Fisiologi

  • Hematologi

  • Patofisiologi

  • Bakteriologi

  • Imunooserologi

  • Histologi

  • Mikilogi

  • Urinalisa dan Cairan Tubuh


Beberapa Mata Kuliah Non Klinis yang dipelajari



  • Komunikasi Kesehatan

  • Kimia Analitik

  • Instrumen Kesehatan

  • Promosi Kesehatan

  • K3 dan Patient Safety


Bagi saya mata kuliah pertamakali yang mengesankan yaitu flebotomi, alasannya adalah dimata kuliah ini kami diajari mengambil sampel darah yang benar menggunakan spuit (jarum suntik) ke sahabat sendiri. Tentu saja untuk pertama kalinya aku takut. Namun sesudah beberapa kali mencoba kami mulai terbiasa mengambil dan diambil darah (sampling).


Tugas Kuliahnya Kayak Gimana ?


Karena aku kuliah di Politeknik tentu saja mata kuliah yang dipelajari  banyak diisi dengan praktikum dan menciptakan laporan praktikum yang dikumpulkan sebelum mengawali praktimum diminggu selanjutnya.


Apa Mata Kuliah dan Dosen Favorit di Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes ?


Karena sebelumnya aku sekolah di STM Pembangunan Yogyakarta (SMK N 2 Depok Sleman) Jurusan Kimia Analis, maka yang saya senangi tidak jauh dari jurusan sekolah saya sebelumnya seperti Kimia Analitik, Analisis Makanan dan Minuman serta Toksikologi. Namun banyak juga mata kuliah klinis yang saya sukai mirip Kimia Klinik, Hematologi, Anatomi Fisiologi dan lain-lain.


Untuk dosen favorit, tampaknya aku tidak mampu berbicara, disini kami dididik oleh pengajar yang luar biasa. Bp. Subrata selaku Kajur dan ketua DPW Patelki Yogyakarta yang mengajar dengan menyenangkan, Bp. Sujono yang sangat pintar, tegas dan logis dalam mengajar, Ibu Muji yang sungguh bakir tetapi rendah hati (aku pernah satu pelatihan dengan ia walaupun ilmunya sungguh tinggi namun beliau tidak gengsi untuk berguru dengan yang lebih muda dan selalu meng-upgrade ilmu), Bp. Sistiyono yang selalu tersenyum, Bp. Budi Setiawan dengan banyak sekali Jurnal Kesehatan yang dikelolanya, dan Bp. Uki Wulanggita yang sedang melanjutkan studinya di Khon Khaen University Thailand ada juga pengajar dari luar yakni dokter Woro dan masih banyak pengajar keren lainnya.


Oiya for your Information Prodi D III dan D IV di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta telah terakreditasi A.


Keren deh Pokoknya !!!


Apa Tantangan Terbesar Kuliah di Jurusan  Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes?


Tantangan terbesar kuliah disini ialah diri sendiri, dimana kita harus melawan diri sendiri agar tidak sering menangguhkan pekerjaan. Karena banyak mata kuliah praktikum dan niscaya menghasilkan laporan praktikum, maka laporan praktikum jangan hingga menumpuk.


Jangan menjiplak laporan praktikum milik sobat, alasannya adalah kau cuma menyalin tidak berguru, padahal dalam praktikum yang dikerjakan itu mampu di ujikan di UTS, UAS maupun UKOM (Uji Kompetensi)


Quotes asing aku :


Jika kamu menumpuk laporan praktikum, mereka akan berjumpa saling menyayangi dan beranak pinak. Maka lakukan laporan praktikum sesegera mungkin.


Prospek Kerja / Alumni Kerja dimana aja ?


Prospek Kerja jurusan Analis Kesehatan mampu di Laboratorium klinis dan non klinis, Negeri Maupun Swasta. Nah buat intipers yang ga mau berprofesi sebagai “pekerja” kalian bisa lo buka Laboratorium Swasta sendiri. Keren Kan !!


Alumni yang aku kenal ada yang bekerja di RSUP, RSUD, Puskesmas, Balai Laboratorium Kesehatan, Lab Klinik Swasta, RS Swasta, Balai Lingkungan Hidup, dan selaku Pranata Laboratorium di kampus-kampus Negeri ataupun swasta. Selain yang berpfofesi sebagai pekerja ada juga nih yang kini berprofesi selaku pebisnis mendirikan Laboratorium Klinik Swasta di Jawa Barat.


Banyak juga yang melanjutkan pendidikan hingga bekerja sebagai dosen, pada umumnya dosen di Kampus aku ialah lulusan dari kampus saya sendiri.


Organisasi ? Bisa Banget


Kalian mahasiswa kura-kura (Kuliah-Rapat Kuliah-Rapat) ? Bisa banget nih jadi bab dari Ormawa yang ada di sini. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta memiliki Berbagai Organisasi Mahasiswa dan UKM yang mampu disertai bagi kalian yang ga bisa diem.


Untuk Ormawa di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta ada Badan Legislatif Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan, dan Himpunan Mahasiswa Program Studi. Untuk UKM yang mampu diikuti yaitu Saka Bhakti Husada yang wajib disertai oleh seluruh mahasiswa regular tingkat I, Bela Diri, Futsal, Badminton, Sentra Kerohanian Islam, Pengenbangan Studi Al-Qur’an, Tari dan Masih banyak lagi. Kalau ada yang hendak ditanyakan mengenai UKM komen dikolom komentar ya J


Aku sendiri mengikuti Ormawa HMJ Analis Kesehatan dan UKM Sentra Kerohanian Islam. Nah buat peraturanya mahasiswa boleh mengikuti Ormawa dan UKM secara bersamaan, namun tidak boleh kalau dobel Ormawa misal BEM dan HMJ, tetapi untuk UKM mahasiswa boleh mengambil sebanyak mungkin sesuai kemampuannya.


Tips Untuk Masuk Jurusan Analis Kesehatan


Tips untuk masuk di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta adalah Jaga Kesehatan ini poin penting bagi calon mahasiswa, sebab pada balasannya kita akan merawat pasien jadi kita yang merawat juga mesti sehat terlebih dahulu. Sehat yang dimaksud yaitu tidak ada abnormalitas fisik, penyakit, sampai kesehatan mental juga harus dijaga intipers. Tttssshhh jangan stress


Jalur SIPENMARU (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) yang tersedia di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta ada 2 yaitu Jalur PMDP dan Uji Tulis. Jalur PMDP adalah jalur seleksi maba melalui prestasi  sedangkan Jalur Uji Tulis ialah tes seleksi secara tertulis. Soal-soal sipenmaru pada tahun sebelumnya dapat kalian pejalari dibuku yang setiap tahunnya di jual oleh BEM dan ada juga di internet. Untuk melihat sejauh mana kalian belajar kalian mampu mengikuti Try Out Sipenmaru yang diadakan setiap tahunnya di Auditorium Grha Bina Husada.


Untuk info yang lebih detail kalian bisa eksklusif cek di poltekkesjogja.ac.id


Rencana Setelah Lulus


Harapan saya setelah lulus yaitu mengabdi menjadi bagian dari Tim Nusantara Sehat yang akan mengabdi di pelosok negeri dan menawarkan kemampuan yang saya miliki untuk menolong mereka biar tetap sehat. Tantangan yang aku pertimbangkan adalah bagaimana aku mensiasati agar setelah simpulan dari dedikasi saya tidak tertinggal dengan pertumbuhan teknologi dan info yang terus berkembang.


Setelah itu saya akan melanjtkan pendidikan Alih Jenjang. Bekerja dan mempunyai laboratorium klinik swasta. Sehingga pada kesannya aku dapat berkhasiat bagi banyak orang utamanya bagi sahabat seprofesi saya. 


Selalu Semangat untuk merealisasikan mimpi intipers !!!


Kode Konten: X202




Sumber we.com

Jumat, 08 Januari 2021

Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bandung (Mellania)

Halo sahabat intipers dimanapun kalian berada, perkenalkan aku Mellania Effany, mahasiswi Prodi D3 Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Bandung angkatan 2018. Disini saya ingin membagikan pengalaman saya selama menjadi mahasiswi Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bandung. Cekidotttt….


Analis Kesehatan Itu Seperti Apa, dan Apa Saja Yang Dipelajarinya ?


Mungkin masih banyak orang yang belum mengenali apa itu Analis Kesehatan. Analis Kesehatan yaitu tenaga medis yang memegang peranan penting dalam evaluasi laboratorium kesehatan. Seorang dokter tidak akan langsung mendiagnosa penyakit pasien tanpa adanya pemeriksaan laboratorium. Dokter juga tidak akan menunjukkan resep obat terhadap pasien tanpa adanya pemeriksaan laboratorium. Contohnya mirip saat ini, bila seseorang terkena gejala corona virus lalu seseorang tersebut tiba ke tempat tinggal sakit maka akan diambil sampel apus tenggorok. Kemudian dijalankan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium oleh analis. Hasilnya nanti akan diserahkan terhadap dokter dan akan didiagnosa apakah pasien tersebut aktual atau negatif corona virus. Selain itu pemeriksaan Rappid test yang sedang gencar dikala ini, pemeriksaan itu juga dilaksanakan oleh seorang analis loooh.


Lalu kenapa di judul abang tertulis D3 Teknologi Laboratorium Medik? Makara Di luar negri Analis Kesehatan itu sudah bernama Medical Laboratory Technology. Tahun ini jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bandung telah resmi menjadi jurusan Teknologi Laboratorium Medik. Oh iya Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bandung juga ialah kampus analis tertua loh.


Kita banyak mempelajari perihal cairan tubuh insan seperti (darah, urin, sputum, feses, bahkan cairan otak). Selain itu kita juga mencar ilmu mengenai basil, makhluk hidup parasit, evaluasi masakan dan minuman, virus, DNA, bahkan kewirausahaan. Menurut orang orang, mahasiswa Analis Kesehatan ialah vampire, sebab di mata kuliah flebotomi semester 2 masing masing mahasiswa Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bandung harus bisa melakukan pengambilan darah kepada 25 pasiennya yang berlainan usia. Selain itu saat praktikum atau observasi lazimnya kita membutuhkan beberapa sampel darah dan umumnya kita mencari mangsa orang orang yang akan diambil darahnya. Jadi mampu dikatakan Analis Kesehatan itu benar benar vampire (he he he).


Bagi kalian yang ingin menerima info jurusan dan masuk akademi tinggi follow Instagram @intipkuliah. Akan ada live lebih dari 60 jurusan per bulan. Klik Disini


Mata Kuliah dan Hal mempesona kuliah di Analis Kesehatan ?


Menurutku, kuliah di Analis itu lumayan berat. Materi yang kita pelajari itu hampir sama dengan jurusan kedokteran. Buku buku yang diusulkan oleh dosen pun ialah buku kedokteran UI. Mata kuliahnya pun beragam, ada bakteriologi, instrumentasi, kimia analitik, kimia klinik, amami, virologi, toksikologi, sitohistoteknologi, hematologi, flebotomi, biomol, parasitologi. Adapun penanganan musibah dan kewirausahaan. Proses pembelajaran kami lebih banyak dalam melakukan praktikum dibanding teori. Oleh sebab itu tak heran jika setiap harinya kami menciptakan laporan praktikum dan ditulis tangan (itu adalah tugas wajib). Karena itu pula mahasiswa analis sungguh terkenal sering begadang.


Mata kuliah paling menawan bagi saya yakni bakteriologi. Di mata kuliah tersebut kita banyak mengenal aneka macam macam spesies bakteri baik yang menguntungkan bagi badan ataupun basil patogen yang menyebabkan penyakit. Menariknya saat kita ingin menumbuhkan bakteri kita perlu melakukan isolasi bakteri pada media yang tepat. Setelah diinkubasi, kita mampu menyaksikan perkembangan basil pada media dengan bermacam macam warna yang menawan. Selain itu kita juga mampu menyaksikan dengan jelas, bagaimana bentuknya, bagaimana alat pertahanan dirinya, dan baimana cara kuman tersebut bergerak. Hal mempesona yang lain kuliah di Analis Kesehatan yaitu dikala tidak tahan dengan anyir feses khususnya feses manusia. Saat itu kami sedang mempelajari spesies cacing penyebab penyakit pada insan, dan saat kami melaksanakan pemeriksaan kami tidak diperbolehkan untuk menggunakan masker. Hal itu dijalankan agar kami terbiasa dengan hal hal seperti itu.


Tips Tips untuk Maba Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bandung ?


Di Analis Kesehatan sendiri, kita banyak mencar ilmu perihal Biologi dan Kimia jadi pelajaran di Sekolah Menengan Atas jangan dilupakan karena menjadi dasar untuk berguru di Analis Kesehatan, sebisa mungkin saat kalian semester 1 dan 2 kalian memahami betul bahan yang disampaikan serta mencatatnya dengan rapih sebab itu menjadi bekal dikala kalian semester 3, 4, dan Uji Kompetensi nanti. Selain itu perilaku ramah mesti tetap dijaga alasannya adalah di analis kita memerlukan pinjaman orang orang sekitar, seperti mendapatkan sampel pemeriksaan, selain itu didunia kerja kita akan bertemu banyak pasien yang berlawanan beda sifatnya. Tips lainnya yakni menggunakan APD dengan lengkap dan benar karena kita akan banyak berhubungan dengan bahan bahan kimia dan mikroorganisme berbahaya seperti virus dan basil. Karena biasanya ada juga dosen yang tidak mengizinkan mahasiswa untuk praktikum jika APD yang dipakai tidak lengkap. Lakukan praktikum dengan benar dan sesuai dengan mekanisme, sebab nantinya akan dipakai dikala PKL dan saat dunia kerja.


Ikut organisasi dan pelatihan seminar kesehatan


Tips berikutnya yakni ikut organisasi. Banyak sekali organisasi yang ada di Kampus Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bandung, mirip BEM, HIMA, dan UKM yang lain yang mampu menunjang kamu meningkattkan soft skill kamu. Dalam dunia kerja yang diperlukan bukan cuma ilmu akademik namun soft skill kau juga sangat dibutuhkan. Dan tips terakhir yaitu, ikut pelatihan kesehatan, yang pastinya akan memperbesar nilai plus saat kalian melamar kerja nanti.


Prospek kerja Analis Kesehatan, kerjanya dimana ?


Sepengetahuan aku, untuk alumni Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bandung sendiri, banyak yang kini bekerjadi di Rumah sakit, ada juga yang bekerja di Laboratorium swasta, di Biofarma, dan ada juga yang menjadi teknisi alat alat laboratorium. Selain itu beberapa dari mereka yang lulusan D3 melanjutkan kejenjang D4 sampai S2, yang nantinya menjadi dosen. Untuk lulusan D3 dengan gelar (Amd.Kes) sendiri lebih banyak bekerja dilapangan, namun untuk D4 dengan gelar (S.Tr Kes) biasanya ada yang menjadi manajer atau pimpinan lab. Oh iya, bagi kalian yang punya jiwa kewirausahaan mampu juga untuk membuka laboratorium sendiri.


Lihat vlog dari ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia di Youtube Intip Kuliah. Klik Disini


Harapan dan Rencana Setelah Lulus ?


Setelah lulus kuliah ini, aku ingin sekali mengasah kesanggupan saya di bidang analis kesehatan, dengan cara magang – magang di aneka macam puskesmas atau rumah sakit, sambil mengeksplorasi peluang-kesempatan yang ada dan sebagai bekal untuk di dunia kerja nanti. Selain itu saya juga ingin memakai softskill yang telah saya peroleh saat dikampus, untuk mendirikan komunitas sosial. Seperti komunitas peduli terhadap masyarakat yang kesusahan. Karena saya bukan cuma ingin menjadi seorang tenaga kesehatan yang profesional, namun aku juga ingin menjadi sebaik baik manusia, yakni yang bermanfaat bagi orang lain.


Kode Konten: X199



Sumber we.com

Jumat, 27 Maret 2020

D4 Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (Ridzka)

Halo sobat intipers! Aku Ridzka Safitri dari D4 Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Yogyakarta angkatan 2017. Kali ini aku ingin sharing pengalaman kuliah ku dan memperkenalkan jurusan/prodi yang aku ambil. Lanjut bacanya ya intipers. Bagi sahabat-sobat yang hendak mengajukan pertanyaan atau diskusi, bisa komen di bawah postingan ini. Kalau sempat akan dibalas ya, jawabannya akan masuk ke email kalian kok. Pastikan kalian baca sampe beres dulu artikel ini sebelum bertanya.


Secara umum, jurusan D4 Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Yogyakarta seperti apa?


Tenaga kesehatan itu gak hanya dokter, bidan, perawat, masih banyak tenaga kesehatan yang lain. Salah satunya itu analis. Kalau temen-temen pernah di-swab, atau pernah ke laboratorium rumah sakit atau puskesmas, nah di situlah tugas analis kesehatan. TLM atau analis kesehatan juga berperan dalam menunjang diagnosa dokter, jadi TLM harus menentukan hasil investigasi laboratorium itu jadinya representatif. 


Bagi kalian yang ingin mendapatkan info jurusan dan masuk akademi tinggi follow Instagram @intipkuliah. Akan ada live lebih dari 60 jurusan per bulan. Klik Disini


Apa yang jadi alasan masuk jurusan D4 Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Yogyakarta?


Dulu saya kan jurusan IPA terus ambil peminatannya kimia. Dulu pas mau lulus itu cari jurusan yang linear dengan yang saya ambil ketika itu. Nah nemu lah analisis kesehatan yang ternyata banyak bahan kuliahnya yang berafiliasi dengan kimia dan biologi. Makara aku memutuskan ambil jurusan ini semoga nanti adaptasinya gak berat dan lebih mudah mengerti pembelajaran di jurusan itu. 


Apa mata kuliah dan peran yang khas dari jurusan ini?


Mata kuliah yang dipelajari itu banyak banget ya. Kuliahnya itu 40% teori dan 60% praktik. Teorinya itu ada mata kuliah imunologi atau ilmu yang mempelajari tata cara kekebalan tubuh, hematologi atau ilmu yang mempelajari ihwal darah. Ada juga bakteriologi atau ilmu yang mempelajari bakteri, parasitologi, penawaran spesial kesehatan, aturan kesehatan. Makara banyak sih yang dipelajari. 


Nah walaupun yang kita pelajari itu ihwal hal yang sifatnya infectious, temen-temen gak usah khawatir sebab kita dibekali dengan alat pelindung diri. Di semester permulaan juga kita dibekali tentang K3 atau kesehatan dan keamanan kerja juga patient safety. 


Kalau praktikum itu setiap harinya kurang lebih dia menjalani 2-3 praktikum. Setelah praktikum kita menciptakan laporan praktikum ditulis tangan di buku gelatik. Itu ada judul praktikum, terus prinsip, dasar teori, cara kerja, akhirnya, pemabahasan, kesimpulan dan rujukan yang kita ambil. Itu tidak mengecewakan banyak tapi asik juga. Tapi memang tugasnya gak semua tulis tangan, beberapa berbentuksoft file, mirip bahan presentasi lalu dipresentasikan di depan kelas. Selain praktikum di labjuga, ada pengabdian penduduk bersama dosen. Disana kita berperan sebagai promotor kesehatan, memberi penyuluhan perihal kesehatan, melakukan investigasi kesehatan kaya glukosa, asam urat, kolesterol sambil didampingi dosen. 


Adakah fokus atau golongan keterampilan di jurusan ini?


Untuk konsentrasi itu gak ada karena jurusannya sendiri udah spesifik. 


Jalur masuknya ada apa aja?


Di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta mampu dilihat di poltekkesyogya.ac.id. Jalur masuknya itu ada yang namanya PMBP atau penelusuran minat bakat dan prestasi, jadi seleksinya berdasarkan hasil nilai rapot. Jadi kaya SNMPTN. Ada juga jalur SIMAMA atau cobaan tulis. Selain itu juga ada SIMAMI atau seleksi mandiri. Info lebih lanjut mampu dicek di web poltekkes ya. 


Aku sendiri kebetulan masuk melalui jalur rapot. Prodi D4 itu umumnya 40 orang untuk penerimaan mahasiswa gres, kalau prodi D3 bisa hingga 50 orang tapi itu semua tergantung dengan keperluan dan kuota setiap tahunnya. Nah temen-temen yang dari IPA dan Sekolah Menengah kejuruan Kesehatan daftar. 


Lihat vlog dari ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia di Youtube Intip Kuliah. Klik Disini


Ada tips buat mahasiswa baru D4 Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Yogyakarta?


Tipsnya, lebih mengedepankan untuk menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, emosional dan adversity quotient. Kita perlu mementingkan intelektual dengan membangun pola pikir yang berdasarkan logika, ketepatan dan dapat diandalkan. Kita juga perlu untuk menjaga emosional kita, dalam artisan kita mengetahui emosi kita dan orang lain. Itu nantinya bisa berfaedah dalam membangun relasi atau hubungan dengan orang lain baik di lingkungan masyarakat atau lingkungan kampus.


Selain itu, kita juga harus mampu mengedepankan spiritual, bisa mengambil setiap hikmah yang ada dalam kehidupan kita. Juga, menyeimbangkan adversity quotient, setiap orang niscaya punya persepsi masing-masing kepada tantangan, bisa jadi yang berdasarkan saya berat berdasarkan orang lain tidak begitu berat dan sebaliknya. Makara sebisa mungkin untuk mengambil keputusan itu sebijak dan sebaik-baiknya dalam menerima hasil dan keputusan yang bagus. Kuncinya sih menyeimbangkan keempat aspek tadi. 


Bagaimana kesempatan kerja dari alumni jurusan ini?


Prospek kerja ini kalau aku gambarkan mampu dibagi mencukupi 2. Berkecimpung di dunia akademisi atau klinisi. Kalau memilih untuk menjadi akademisi, ketika lulus bisa menjadi instruktur laboratorium di universitas yang memiliki laboratorium. Bisa juga jadi dosen, tetapi harus melanjutkan pendidikan S2. Kalau di bidang klinisi, bisa menjadi penyuluhan kesehatan di bidang laboratorium, tenaga kesehatan di lab rumah sakit, klinik atau puskesmas. Bisa juga kerja di BPOM, forensik sampai menjadi relawan COVID. 


Q&A



  • Buku yang wajib dibaca apa aja?


Banyak sih sebenernya, dulu waktu awal kuliah saya sempet baca bukunya Ganda Subrata ihwal laboratorium klinik sama penuntun laboratorium klinik. Kalau misalnya udah kuliah gitu mampu baca bukunya Rukman Kiswari, aku lupa judulnya apa namun sungguh membantu di praktikum hematologi. 



  • Hal yang jadi tantangan atau kekhawatiran mahasiswa jurusan ini?


Hal yang paling dikhawatirkan jikalau berdasarkan saya, di permulaan kita dituntut untuk bisa pengambilan darah atau sampling alasannya untuk investigasi laboratorium pada umumnya samplenya berbentukdarah. Makara kita mesti bisa melakukan proses sampling, jadi mulanya dulu takut banget alasannya adalah memang aku salah satu yang takut sama jarum suntik. Nah sehabis dipelajari, sesudah tahu gimana proses yang baik dan benar, usang-lama jadi kebiasaan. Selama itu mampu dilatih terus menerus nanti kemampuannya mampu berkembangseiring dengan jam terbang.


Kode konten: C534



Sumber we.com