Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Maret 2020

Perhitungan Hidrograf Satuan Sintetis Dengan Cara Itb

BelajarSipil.com – Metode hidrograf satuan sintetis yakni metoda yang populer dipakai dan memainkan peranan penting dalam banyak penyusunan rencana di bidang sumber daya air terutama dalam analisis debit banjir DAS yang tidak terukur.



Metode ini sederhana, alasannya hanya memerlukan data-data karakteristik DAS seperti luas DAS dan panjang sungai dan dalam beberapa masalah dapat juga mencakup karakteristik lahan dipakai. Oleh alasannya itu, metode ini ialah alat berkhasiat untuk mensimulasikan pedoman dari DAS tidak terukur dan tempat fatwa sungai mengalami pergeseran penggunaan lahan.


Untuk berbagi hidrograf satuan sintetis, beberapa metoda sudah tersedia. Beberapa metoda hidrograf satuan sinteteis mirip cara Nakayasu, Snyder-Alexeyev, SCS, dan GAMA-1 sungguh terkenal dan umum dipakai di Indonesia untuk menjumlah debit puncak dan bentuk hidrografbanjir.


Makalah ini menyuguhkan sebuah pendekatan sederhana untuk menentukan hidrograf satuan tak-berdimensi yang konsisten menurut prinsip konservasi massa. Hidrograf satuan dapat dibuat dengan memakai satu fungsi tunggal sederhana (HSS ITB-1) atau menggunakan dua fungsi sederhana (HSS ITB-2) yang dikombinasikan dengan aspek debit puncak yang dapat disesuaikan secara otomatis berdasarkan rasio antara luas DAS dan luas hidrograf satuan yang dihitung secara numerik menggunakan prosedur tabulasi sederhana.


Untuk selengkapnya, silahkan download full papernya di link berikut!



Sumber we.com

Sabtu, 29 Februari 2020

Pandangan Risiko Kepada Penyediaan Dan Pengelolaan Tenaga Kerja Dalam International Joint Venture Pada Proyek Infrastruktur

ABSTRAK


Risiko kontraktor akibat penyediaan dan pengelolaan tenaga kerja ialah tantangan pada international joint venture (IJV) pada proyek alasannya adalah tenaga kerja domestik dan ajaib dengan latar belakang dan pola pikir yang berlainan mesti melakukan pekerjaan sama di dalam aliansi yang gres untuk meraih tujuan proyek.



Makalah ini membahas pandangan kepada faktor risiko penyediaan dan pengelolaan tenaga kerja lewat suatu studi perkara pada suatu proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia yang dikerjakan oleh dua mitra yang bergabung di dalam suatu IJV.


Data dikumpulkan dengan melaksanakan survei lewat sebuah kuesioner yang diisi oleh tenaga kerja kedua kawan tersebut. Hasil observasi mengenai pandangan ini mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan antara persoalan penyediaan dan pengelolaan tenaga kerja yang dihadapi oleh mitra gila, kawan domestik serta aneka macam level administrasi dalam IJV.


Perbedaan ini terutama terdeteksi melalui pandangan mereka kepada urusan yang terkait dengan peraturan dan perizinan, wawasan dan pengalaman kerja, serta kompensasi/reward. Adanya indikasi perbedaan pandangan antar mitra dan antar level administrasi tentang faktor risiko yang berpeluang merugikan kontraktor mampu mempengaruhi kinerja joint venture yang harus dicerminkan oleh mutu kerja, produktivitas kerja, dan korelasi kerja.


Identifikasi pandangan responden ini berikutnya dapat dimanfaatkan untuk merancang mitigasi kepada risiko kerugian yang dihadapi IJV pada proyek akhir pengadaan dan pengelolaan tenaga kerjanya.


Untuk paper selengkapnya silahkan donwnload lewat : Link Download



Sumber we.com

Jumat, 28 Februari 2020

Penyaringan Air Tanah Dengan Zeolit Alami Untuk Menurunkan Kadar Besi Dan Mangan

BelajarSipil.com – Air ialah keperluan yang mutlak bagi manusia. Air keberadaannya tidak bisa dihilangkan atau digantikan oleh produk lain. Di kawasan pedesaan pada umumnya orang memakai air tanah untuk keperluan hidup sehari-hari. Seringkali air yang ada di pedesaan mengandung Fe (besi) dan Mn (magan) yang tinggi. Hal ini tentunya akan menyebabkan imbas tidak sehat atau tidak menyehatkan bagi warga sekitar yang memakan air. Efek dari konsumsi air tidak sehat bisa mengakibatkan gangguan pencernaan, gatal-gatal sampai alergi pada kulit.


Perlu adanya treatment khusus untuk air pedesaan untuk memajukan mutu air. Salah satu caranya yakni dengan menyusun alat penjernih air. Peralatan yang digunakan disini untuk menyaring air keruh adalah perlengkapan yang sederhana, murah dan sanggup menerima amanah untuk menurunkan Fe dan Mn. Alat ini dirancang dengan sebuah kolom gelas berisi zeolit untuk menyaring air tanah. Tujuan utama dari observasi ini adalah untuk menerima keadaan penyaringan yang optimum.


Langkah permulaan pengerjaan peyaringan yakni dengan menumbuk dan menghaluskan zeolit alami asal Bayah menjadi butiran-butiran kecil berdiameter sekitar 3 mm. Setelah dicuci dengan aquadest dan dikeringkan di udara terbuka, butiran-butiran ini lalu dikemas dalam kolom gelas berukuran 4 × 50 cm. Kolom zeolit ini selanjutnya dipasang vertikal, diairi aquadest untuk memadatkannya, kemudian dikeringkankan.


Langkah berikutnya dengan menuangkan 500 mL sampel air tanah ke dalam kolom penyaringan. Dengan mengendalikan keran kolom, sampel air disaring dengan laju filtrasi 16 mL/menit. Filtrat-filtrat dikumpulkan setiap interval waktu 30 menit selama 2,5 jam untuk diukur konsentrasi Fe dan Mn-nya. Percobaan diulang untuk laju filtrasi 14, 12, 10, 8, 6, 4 dan 2 mL/menit. Konsentrasi Fe dan Mn, waktu kontak dan laju filtrasi diubah menjadi grafik waktu kontak kepada fokus untuk laju filtrasi yang bersangkutan.


Dari grafik yang telah dibuat menawarkan bahwa kondisi optimum untuk menetralisir Fe dan Mn yakni 30 menit untuk waktu kontak dan 2 mL/menit untuk laju filtrasi. Pada keadaan ini, zeolit Bayah menurunkan Fe sebanyak 55% namun cuma 40% Mn dalam air tanah yang mengandung 3,6 mg/L Fe dan 0,7 mg/L Mn. Sayangnya, keadaan optimum ini cuma menghasilkan debit air 2,88 L/hari. Secara kuantitatif, dengan laju filtrasi 2 mL/menit, sampai 2,5 jam waktu kontak, Fe cuma bisa diturunkan hingga 1,12 mg/L (baku mutu: 1,0 mg/L) padahal Mn mampu hingga nol. Disimpulkan bahwa zeolit Bayah cukup efektif meminimalkan Fe dan Mn dalam air tanah, walaupun kapasitas penurunan untuk Mn lebih baik dari pada Fe, sedangkan kolom zeolit belum mampu dipakai untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari alasannya debitnya masih rendah.


Baca file lengkap : Penyaringan Air Tanah dengan Zeolit Alami untuk Menurunkan Kadar Besi dan Mangan.pdf



Sumber we.com

Sodium Sebagai Aktivator Fly Ash, Trass Dan Lumpur Sidoarjo Dalam Beton Geopolimer

BelajarSipil.com – Beton tak selamanya harus tersusun dari semen, agregat halus, agregat bernafsu, dan air. Kebutuhan dunia konstruksi makin meningkat serta aspek lingkungan akibat penambangan semen yang terus-menerus maka hadirnya beberapa beton tidak wajar dengan komposisi penyusun material berlawanan dengan beton konvensional. Salah satunya yakni beton geopolomer.


Beton geopolimer mensubtitusi semen dengan material lain mirip fly ash atau material pozolan lain yang kaya silica yang ditambah dengan larutan activator sebagai bahan penyusun pasta. Beberapa observasi menawarkan bahwa kuat tekan beton geopolimer sungguh bergantung pada sifat material pozolan dan larutan aktivator yang dipakai pada campuran pastanya.



Sebuah observasi yang dikerjakan oleh Triwulan dari ITS memakai Lumpur Sidoarjo (Lusi) dan trass sebagai material substitusi fly ash di dalam campuran pasta, lalu dikerjakan evaluasi sifat mekaniknya.


Sedangkan untuk aktivatornya memakai larutan NaOH yang diaduk dengan Na2SiO3 dengan kombinasi konsentrasi antara 8M hingga 14M. Perbandingan berat Na2SiO3 kepada berat larutan NaOH juga bermacam-macam dari 0.5 hingga 2.5.


Tes besar lengan berkuasa tekan, tes belah dan tes porositas dilaksanakan untuk membandingkan setiap benda uji dari komposisi yang berlawanan. Hasil studi menunjukkan bahwa berpengaruh tekan beton dipengaruhi oleh konsentrasi NaOH, perbandingan Na2SiO3 kepada larutan NaOH dan penyusun material dasar bindernya.


Untuk mendownload paper lengkapnya silahkan klik link download



Sumber we.com

Kamis, 27 Februari 2020

Observasi Biopori Untuk Menentukan Laju Resap Air Menurut Variasi Umur Dan Jenis Sampah

https://lapor.ukp.go.id/images/stream/ tindaklanjut/e513c4e38426e97 6f80b22c08f9a0 d55.jpg

BelajarSipil.com – Banjir atau limpasan yang terlalu besar pada permukaan menjadikan aneka macam kerugian bagi masyarakatyang bermukim disekitarnya. Permasalahan limpasan yang besar ini tentunya tidak terjadi begitu saja. Ada sebab yang menimbulkan sebuah limpasan berkembangdan lebih besar dari umumnya.


Katersediaan lahan yang ada untuk meresapkan air hujan di daerah pada penduduk mulai berkurang. Inilah yang mendasari beberapa orang meneliti wacana Biopori. Biopori mampu dijadikan suatu penyelesaian murah untuk menangani banjir atau limpasan yang besar daerah pemukiman atau non-pemukiman. Bipori dapat meresapkan air yang mengalir lewat lubang-lubang yang sudah di buat di dasar drainase atau kebum warga. Dengan mengisi lubang tersebut dengan sampah organik, air lalu menyebar selaku proses infiltrasi. Dengan kian banyaknya lubang biopori, tampang air tanah dibutuhkan mampu naik dan memadai keperluan warga.


Artikel ini memperkenalkan teknologi biopori yang mampu mengurangi limpasan air hujan (run-off) dengan meresapkan lebih banyak volume air hujan ke dalam tanah, dengan membentuk liang/pori-pori dalam tanah lewat  aktifitas proses degradasi sampah organik oleh mikroorganisme dan organisme dalam tanah, sehingga mampu menghemat kemungkinan terjadinya banjir.


Penelitian yang digarao oleh R.T. Sibarani dan Didik Bambang S ini bermaksud untuk memilih laju resap air pada lubang biopori menurut variasi umur dan jenis sampah. Penelitian dijalankan dalam skala lapangan yaitu di tempat Medokan Semampir dan Rungkut Kidul. Variabel yag dipakai yaitu kombinasi umur dan jenis sampah, mencakup sampah daun, sampah kulit buah dan sampah sayuran. Sedangkan umur sampah selama 7, 14, dan 21 hari. Dimensi lubang biopori dibentuk dengan kedalaman 80 cm, dan diameter 15 cm.


Pada penelitian ini ditemukan jenis sampah kulit buah dengan umur sampah 14 hari lebih besar dalam meresapkan limpasan dengan laju resap air sebesar 1,463 x 10-4 L/ dtk/ cm2 di kawasan Medokan Semampir, dan umur sampah 7 hari dengan laju resap 0,224 x 10-4 L/ dtk/ cm2 untuk sampah kulit buah di tempat Rungut Kidul, dengan karakteristik dan level air tanah dalam hal ini sungguh kuat besar atas hasil kinerja biopori.


Baca file lengkap: Penelitian Biopori Untuk Menentukan Laju Resap Air Berdasarkan Variasi Umur Dan Jenis Sampah.pdf



Sumber we.com

Alat Pelesap Energi Gempa Uniaksial

BelajarSipil.com – Kondisi geologi Indonesia yang berada pada daerah gempa pasti menjadi tantangan tersendiri untuk pada insinyur sipil dalam merancang suatu bangunan. Berbagai sistem perancangan bangunan tahan gempa kini menjadi salah satu konsentrasi utama pengembangan ilmu teknik sipil di Indonesia.



Salah satu metode meredam beban gempa pada struktur gedung ialah alat pelesap energi gempa uniaksial yang analisis oleh Sindur P. Mangkoesoebroto dari ITB. Alat tersebut dimaksudkan untuk melindungi struktur bangunan gedung dari kerusakan yang berlebih pada saat insiden gempa.


Energi gempa input pada struktur bangunan gedung dijadwalkan untuk dimusnahkan oleh alat yang merupakan bagian dari bresing tahan tekuk.



Bresing tersebut dipasang pada portal yang ialah bab dari rangka pemikul beban gempa. Alat dapat dipasang pada struktur bangunan gedung gres ataupun eksisting, tanpa memerlukan modifikasi signifikan.


Alat dibentuk cukup ringkas demikian sehingga membuat lebih mudah perawatan, operasi, dan perbaikan bila diperlukan. Kini alat ciptaannya tersebut telah dipatenkan.


Untuk mengunduh full papernya silahkan masuk link download



Sumber we.com

Rabu, 26 Februari 2020

Efek Penambahan Serat Polypropylene Kepada Daya Lekat Dan Besar Lengan Berkuasa Lentur Pada Rehabilitas Struktur Beton

BelajarSipil.com – Pada berbagai perkara perbaikan struktur, yaitu dengan memperbesar lapisan beton baru (overlay) sering mengalami kesusahan dalam pengerjaannya. Hal ini dikarenakan sempitnya ruangan, sehingga penambahan beton gres dengan beton konvensional menjadi sulit untuk dipadatkan dan pada akhirnya tidak dapat menciptakan kualitas yang maksimal. Sebagai acuan : pekerjaan perbaikan lantai bangunan industri, kubah, pelapisan untuk fire protection, perbaikan aqueduct, composite metal decks, dan perbaikan struktur pasca gempa. Atas dasar banyak sekali pertimbangan di atas akan lebih menguntungkan jika dipakai beton  yang mampu mengalir, memadat dan merata dengan mempergunakan berat sendirinya self-compacting concrete (SCC).


uji besar lengan berkuasa elastis

Tidak cuma diharapkan beton yang mudah dikerjakan tetapi juga beton yang berpengaruh. Oleh alasannya adalah itu, untuk meningkatkan sifat mekanik dari beton SCC, maka perlu ditambahkan serat atau sering disebut dengan beton berserat. Beton bertulang berserat (fibre reinforced concrete) didefinisikan selaku bahan beton yang dibentuk dari bahan adonan semen, agregat halus, agregat agresif, air dan sejumlah serat (fibre) yang tersebar secara acak dalam matriks gabungan beton segar (Syafei Amri, 2005:231).


Dalam aplikasinya, beton berserat lebih banyak digunakan sebagai bagian penahan beban elastis dibandingkan penahan akhir beban lainnnya. Hasil percobaan menandakan kenaikan berpengaruh elastis lebih tinggi dari pada kuat tekan atau besar lengan berkuasa tarik belah. Serat yang digunakan pada observasi ini yaitu serat polypropylene, dengan penambahan jumlah serat banyak sekali varians, ialah 0 kg/m3 , 1 kg/m3, 2 kg/m3 dan 3 kg/m3 yang dijumlah berdasarkan volume beton.


Berdasarkan hasil pengujian ditemukan nilai gaya geser secara berturut-turut sebesar 1,985 MPa, 1,704 MPa, 2,519 Mpa, dan 2,489 MPa, sedangkan untuk besar lengan berkuasa elastis rata-ratanya secara berturut-turut sebesar 4,156 MPa , 4,988 MPa, 2,601 MPa, dan  2,543 MPa. Komposisi yang paling optimum tercapai dikala penambahan serat polypropylene sebesar 1 kg/m3 sebab dapat meningkatkan besar lengan berkuasa elastis sebesar 20,09 %.


Baca selangkapnya : Efek Penambahan Serat Polypropylene Terhadap Daya Lekat Dan Kuat Lentur Pada Rehabilitas Struktur Beton



Sumber we.com