Tampilkan postingan dengan label Meteorologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meteorologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Desember 2020

Hujan Meteor Leonid : Proses Terjadinya – Waktu Dan Fenomenanya

Leonids ialah hujan meteor yang sangat deras, yang puing-puingnya berasal dari Komet Tempel-Tuttle. Namanya berasal dari konstelasi Leo, dimana titik pendaran hujan meteor ini tiba. Hujan meteor ini berpuncak di bulan November, tepatnya 6-30 November. Puncaknya terjadi pada tanggal 17 November.


Bumi bergerak melalui arus partikel meteoroid sisa-sisa dari erosi komet dikala berada cukup dekat dengan matahari. Arus itu membentuk partikel yang solid, diketahui sebagai meteoroid, sebagai gas beku ketika berada cukup akrab dengan orbit Jupiter. Leonid bergerak dengan segera, berkelanjutan dengan jalur Bumi dalam kecepatan 72 km/detik. Leonid yang berskala lebih besar, kurang lebih 10 mm memiliki massa setengah gram dan meteoroid mirip ini yang menciptakan meteor terperinci. Proses terjadinya hujan meteor Leonid yang turun per tahunnya jikalau dikumpulkan dari seluruh Bumi bisa berjumlah 12-13 ton.


Meteoroid sisa-sisa dari reruntuhan komet terkumpul di orbit yang serupa dengan sisa-sisa komet yang lain. Mereka secara berlainan terusik oleh planet lain, khususnya planet Jupiter dan pada kasus langka, mengalami tekanan radiasi dari matahari. Peristiwa ini disebut dengan efek Povnting-Robertson, dan  efek Yarkovsky. Kumpulan Meteoroid ini menimbulkan hujan meteor saat bertabrakan dengan Bumi. Jejak usang lazimnya tidak padat dan membentuk hujan meteor dengan rasio yang sedikit dalam satu menit.


Sebaliknya, kumpulan meteoroid yang gres terbentuk berkondisi cukup padat dan menimbulkan ledakan hujan meteor dikala bertabrakan dengan Bumi. Badai hujan meteor bisa mencapai 1000 meteor dalam satu jam.


Kebanyakan dari bintang jatuh dalam Leonid yakni hasil dari material-material kecil seukuran butiran pasir atau kacang yang terempas lepas dari komet induknya dan mengembara di ruang hampa udara selama berabad-periode. Leonid berasal dari Koment Tempel-Tuttle yang mengorbit mengelilingi matahari lalu berputar lagi ke luar dari tata cara tata surya.


meteor leonidDenison Olmsted menerangkan insiden badai meteor Leonid tahun 1833 dengan akurat. Setelah menghabiskan waktu berminggu-ahad mengumpulkan info, dia merangkum semuanya pada bulan Januari 1834 dan diterbitkan di Amercan Journal of Science and Arts pada bulan Januari-April 1834, dan Januari 1836.


Menurut catatannya, hujan meteor itu berdurasi singkat dan tidak terlihat di Eropa. Meteor tersebut berpen dari dari sebuah titik di konstelasi Leo dan beliau berspekulasi bahwa meteor itu telah berasal dari awan atau partikel di angkasa. Catatan pada tahun 1866 menyatakan ada ratusan hujan meteor Leonid dalam satu menit atau beberapa ribu perjam di Eropa. Leonid kemudian terlihat lagi pada tahun 1867, saat cahaya bulan meredam jumlah meteor yang tampakmenjadi 1000 per jam.


hujan meteor


Penampakan lain yang tampakdari hujan meteor Leonid di tahun 1868 mencapai intensitas 1000 per jam di langit yang gelap. Ketika angin ribut meteor itu tidak tampaklagi di tahun 1899, siapa saja berpikir bahwa angin ribut telah berlalu dan angin kencang meteor ini tidak akan pernah terjadi lagi.


Fenomena Leonid memang sempat mereda selama 100 tahun antara tahun 1866-1966. Para Astronom menerka bahwa tornado meteor Leonid tahun 1899 tidak terlampau mengesankan publik. Hingga akhirnya di tahun 1910 terlihat ada komet benderang di langit sehingga masyarakat kembali penasaran terhadap fenomena tersebut.


NASA mengklasifikasikan meteor Leonid sebagai meteor yang jelas, berwarna dan salah satu dari meteor berkecepatan tinggi. Meteor-meteor ini tampak seterang bintang. Kecepatan biasa dari satu meteor Leonid ialah sekitar 71 km/detik. Kadang kala terlihat juga bola api meteor yang diproduksi oleh Leonid, yang mana jauh lebih jelas dibandingkan dengan meteor lain dan bisa mempunyai sederetan warna indah yang dapat disaksikan selama beberapa detik.


hujan meteor leonid


Kurang lebih sekitar 33 tahun sekali, Leonid mampu menciptakan tornado meteor di beberapa lokasi di Bumi. NASA mendefinisikan salah satu dari angin ribut ini sebagai situasi di mana meteor jatuh dalam rata-rata paling tidak 1000 meteor dalam satu jam, atau sekitar 16-17 dalam satu menit. Terakhir kali terjadi angin kencang meteor tampakdi tahun 2002, namun tidak seluar biasa yang terjadi di tahun 1966. Seorang pengamat bernama James Young mengenang ada 50 meteor yang jatuh dalam satu detik dari titik pengamatannya yang berlokasi di California.


Mikhail Maslov memprediksikan ada sejumlah outburst (ledakan hujan meteor) yang mau terjadi di tahun 2034 dan 2035. Kemudian, memeriksa dari aktivitas komet Tempel-Tuttle, pada tanggal 17 November tahun ini diperkirakan ZHR mencapai 150-250 meteor di 18 November, dan ZHR 300-400 meteor pada tanggal 19 November.


Hujan Meteor Leonid di Indonesia


Pada tahun 2018, Leonid akan memuncak pada malam hari di tanggal 17 November dan subuh tanggal 18 November. Leonid menerima namanya dari Konstelasi Leo, karena dia berpendar dari arah Leo. Pakar NASA, Bill Cooke mengatakan bahwa Leonid dapat dilihat di segala penjuru langit. Namun bila kita menghadap ke arah konstelasi tersebut, kita akan melupakan meteor berekor panjang.


Walau hujan meteor mampu jadi lebih gampang ditonton dari tempat Bumi penggalan utara, tetapi penikmat langit di bab selatan Bumi juga bisa melihat pertunjukan spektakular tersebut. Walau tidak sebaik apa yang terlihat dari Bumi bagian utara, tetapi masih indah untuk ditonton.


Fenomena Hujan Meteor Leonid



  • Leonid populer alasannya hujan meteornya, yang kadang menjadikan angin kencang. Tentunya fenomena ini menjadi sungguh spektakular. Tahun 1833 Leonid memperlihatkan pinjaman besar bagi pertumbuhan sains. Namun angin puting-beliung meteor telah tercatat jauh di peradaban kuno. Namun angin ribut meteor tahun 1833-lah yang menghidupkan kesadaran peradaban terbaru. Saat itu meteor  yang melintas berjumlah ribuan dalam satu jam, namun dalam 9 jam, sudah menjadi total 240.000 meteor yang jatuh di seluruh kawasan Amerika Utara, segi timur dari Pegunungan Rocky. Gambar yang terlampir ini dilukis oleh Adolf Vollmy di tahun 1899 ketika terjadi badai hujan meteor di wilayah Amerika Utara tahun 1833.


hujan meteor



  • Gambar Leonid yang diambil oleh NASA dari luar angkasa tahun 2007.


nasa



  • Foto ini diambil di taman nasional Joshua Tree 18 November 2011.


tree leonid



  • Foto ini dikirim oleh James Younger di tahun 2015 ketika terjadi puncah dari hujan meteor Leonid. Meteor tersebut melintas di atas langit Pulau San Juan di Pasific Northwest, di antara pulau inti Amerika Serikat dan pulau Vancouver, British Columbia.


columbia



  • Foto ini diambil oleh Bill Swails, lokasi di Sangre de Cristo Mountains, Colorado


meteor



  • Foto yang luar biasa ini diambil oleh seorang Astrografer Italia bernama Lorenzo Lovato pada tanggal 17 November 1998.


leonid


Demikian penjelasan mengenai hujan meteor leonid. Jangan lupa untuk menyaksikannya pada bulan November 2018 nanti.



Sumber ty.com

Selasa, 29 Desember 2020

Meteorologi Itb (Irwan)

Halo sobat intipers! Aku Irwan Santosa dari Meteorologi ITB angkatan 2018. Kali ini aku ingin sharing pengalaman kuliah ku dan memperkenalkan jurusan/prodi yang aku ambil. Lanjut bacanya ya intipers.


Secara biasa , jurusan Meteorologi ITB itu mirip apa?


Meteorologi itu ilmu yang mempelajari iklim dan cuaca pada seluruh atmosfer di bumi. Selain mempelajari prakiraan cuaca, kita juga mencar ilmu dinamika dan konsep cuaca itu sendiri. Kita mencar ilmu statistika, fisika, observasi udara, komputasi meteorologi, prakiraan cuaca dan analisis cuaca. Sehingga nanti akan berpengalaman untuk mampu melakukan prakiraan dan analisis cuaca di berbagai bidang meteorologi, salah satunya meteorologi penerbangan, dan bidang meteorologi lainnya. Aku bisa bilang kalau Meteorologi ini ilmu yang penting untuk keselamatan insan, contohnya di bidang penerbangan ya pesawat itu untuk landing atau take off butuh informasi dari bandara tersebut untuk keamanan pesawatnya, maritim pun demikian ya dalam pelayaran mereka membutuhkan isu wacana suhu, tekanan dan arah angin. Informasi itu dipegang sama kita.


Sering banyak yang nanya, bila jurusan ini mencar ilmu perihal meteor atau enggak. Nah itu gak bener ya, kita gak belajar tentang meteor namun mencar ilmu ihwal cuaca dan iklim. Ada juga nih yang nanya bedanya jurusan ini sama Metrologi, terperinci beda ya karena Metrologi itu ilmu yang mempelajari perihal pengukuran kalibrasi.


Apa yang jadi argumentasi masuk jurusan Meteorologi ITB?


Aku pas SMA itu pengen ke ITB tapi gak mau teknik, Sekolah Menengan Atas juga saya paling suka pelajaran Geografi yang saya pikir berhubungan sama jurusan ini. Aku juga ngincer jurusan yang langka di Indonesia, salah satunya ya ini karena jurusan Meteorologi hanya ada 3 di Indonesia ada di ITB, IPB dan STMKG. Aku juga pengen jadi seorang Meteorologis dan saya tersadarkan bahwa perubahan iklim itu jadi bahaya besar bagi dunia jikalau gak dikerjakan lebih lanjut dampaknya mungkin bisa lebih besar.


Apa mata kuliah dan peran yang khas dari jurusan ini?


Mata kuliah yang khas itu banyak banget contohnya Observasi Meteorologi, Meteorologi fisis, Meteorologi dinamik dan tata cara gosip meteorologi, dan masih banyak lagi. Sistem Informasi Meteorologi itu aku suka banget sebab diajarkan menciptakan web terus android yang memfokuskan terhadap info meteorologi yang sungguh penting karena dalam memprakirakan cuaca kita mesti mampu mengolah data sebelumnya dan ketika ini. Aku juga suka Mekanika Medium Kontinu sebab gak saklek banget berguru Meteorologi, mirip halnya Teknik Geologi kita mengidentifikasi batuan, Teknik Geodesi kita mencar ilmu pemetaan memakai teodolit.


Adakah konsentrasi atau kelompok kemampuan di jurusan ini?


Ada 1 satu kelompok bidang keahlian ialah Sains atmosfer yang berisikan bidang ilmu sains atmosfer dan meteorologi lingkungan. Ilmu sains atmosfer itu memfokuskan pada dinamika, analisis  fisis atmosfer dan analisis prakiraan cuaca. Meteorologi lingkungan itu memfokuskan penerapan ilmu meteorologi di bidang lingkungan dan bidang non lingkungan mirip engineering.


Apa saja jalur masuk untuk jurusan ini?


Semenjak 2019 ada 3 jalur adalah SNMPTN dengan kuota 35%, SBMPTN 35% dan Uji mandiri 30%. Komponen penilaiannya memakai nilai rapot dan nilai UTBK, kecuali FSRD ada uji kemampuan juga. Pas waktu kita milih ITB itu kita pilih fakultas dahulu, setelah di tahun kedua baru bisa pilih jurusan, kecuali kita memilih program peminatan. Nah, Meteorologi ini buka program peminatan. Berdasarkan seleksi penerimaan mahasiswa baru 2019, FITB ialah fakultas yang menaungi Meteorologi ini tingkat kesulitannya paling tinggi dan  ketetatannya 119.5% peminat seleksi mandiri kemarin itu peminatnya 717 orang dan yang keterima itu 6 orang. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di usm.itb.ac.id


Ada tips buat mahasiswa baru jurusan ini?


Temen-temen harus siap kerja sama, maksudnya mesti siap menghadapi hitungan, hafalan dan programming. Pas tahun pertama kan TPB, kita difokuskan ke mata kuliah kalkulus, fisika dan matematika selaku bekal kita di jurusan. Meteorologi itu paling dominan matkul kalkulus dan fisika, jadi selain berkutat dengan rumus kita juga menghafal, dan mneghitung. Kita juga belajar programming alasannya adalah mampu dikatakan Meteorologi itu kaya Teknik Informatikanya FITB. Juga, jangan takut bertanya, karena dengan kamu mengajukan pertanyaan, berlatih, menyebarkan itu insya allah bakal suka dan tenteram, niscaya mampu.


Bagaimana kesempatan kerja dari alumni jurusan ini?


Prospek kerja kita gak Cuma di BMKG, tetapi luas banget. Kalau di pemerintahan bisa banget masuk ke LIPI, Lapan, BNPB, militer. Bisa juga di bidang maritim, pertambangan, perminyakan, pemograman, juga mampu. Kaya ke Astra, Danone juga bisa dan tentu banyak lagi yang lain.


Apa planning dan impian kau sehabis lulus?


Aku pengen melanjutkan pendidikan di luar negeri di bidang yang mengkaji ihwal climate change. Harapan aku seiring berjalannya waktu aku ingin orang lain sadar bahwa iklim dan cuaca itu sungguh penting dan mengajak mereka untuk menghentikan acara yang menjadikan pergeseran iklim. Aku juga ingin mengajak temen-temen untuk menjadi meteorologis.


Q&A



  1. Nilai sekurang-kurangnyaUTBK sekurang-kurangnyaberapa? Apa aja yang dipelajari? (2019)


Nilai UTBK aku menyaksikan dari sumber temen-temen itu nilai UTBKnya 700, untuk seleksi mandiri itu 500 tetapi digabung dengan nilai rapot ya, tetapi gak ada sumber resmi yang menyatakan nilai sekurang-kurangnyaUTBK ini.


Kode Konten: Y243




Sumber we.com

Senin, 28 Desember 2020

Hujan Meteor Taurid: Proses Terjadinya – Ciri-Ciri – Pengaruh – Fenomena

“Meteor shower” atau dalam bahasa Indonesia disebut hujan meteor ialah fenomena alam saat benda langit memasuki atmosfer planet Bumi. Disebut hujan karena begitu banyaknya partikel serta benda langit yang masuk ke Bumi, terlihat seperti hujan atau tetesan air hujan. Tapi jangan disamakan dengan meteorit maha besar mirip jaman dinosaurus, hujan meteor cukup aman alasannya adalah hanya berbentukbutiran dan partikel kecil yang hendak segera hancur begitu memasuki atmosfir. Fenomena ini cukup mempesona banyak ilmuwan dan orang yang hobi dengan astronomi, atau siapa saja alasannya sungguh indah untuk diabadikan dan difoto, mirip yang mampu kita lihat di berbagai postingan blog atau video Youtube.


Hujan meteor ada beberapa jenis, digolongkan menurut tempat asal terlihatnya partikel meteor tersebut. Beberapa macam hujan meteor tersebut contohnya hujan meteor geminid, hujan meteor quadrantid, hujan meteor perseid, hujan meteor orionid, hujan meteor taurid, dan berbagai macam lagi. Kali ini kita akan membicarakan perihal hujan meteor taurid.


Pengertian Hujan Meteor Taurid


taurid-copyHujan meteor ini berasal dari partikel komet dan asteroid. Hujan meteor Taurid memiliki keunikan tersendiri alasannya adalah bahu-membahu terdiri dari dua hujan meteor, satu untuk kepingan utara Bumi dan satu lagi untuk bagian selatan Bumi. Untuk bagian utara Bumi partikelnya berasal dari asteorid 2004 TG10 dan untuk bagian selatan Bumi berasal dari komet Encke.


Sesuai dengan namanya, Taurid, yang memiliki arti berasal dari rasi bintang Taurus. Bukan partikelnya yang berasal dari rasi bintang Taurus, melainkan arah datangnya menuju atmosfir Bumi. Oleh pengamat atau observatorium terlihat seolah-olah berasal dari rasi bintang Taurus. Sedangkan rasi bintang Taurus sendiri adalah salah satu rasi bintang besar yang tampakdi bumi bagian Utara, bersanding dengan Gemini di timur dan Aries di barat.


Proses Terjadinya Hujan Meteor Taurid


Seperti yang sudah di jelaskan di poin sebelumnya, hujan meteor Taurid berasal dari dua benda langit yaitu komet Encke dan asteroid 2004 TG10. Ditelusuri lebih jauh lagi, para ilmuwan memperkirakan bila kedua benda langit ini berasal dari sebuah komet jauh lebih besar ukurannya, yang pecah dan terpisah puluhan ribu tahun yang kemudian. Kemudian partikel dan bahan dari komet tersebut terus terpecah dan terbagi menjadi dua benda langit tadi.


Secara jumlah partikel yang dihasilkan, hujan meteor Taurid mempunyai partikel terbanyak di antara hujan meteor yang lain. Taurid juga lebih terpencar dari hujan meteor lain, membutuhkan waktu beberapa minggu untuk melalui Bumi, menyebabkan Taurid memiliki masa yang cukup usang dibandingkan hujan meteor lain.


Partikel hujan meteor Taurid berisikan material yang lebih berat dan besar, berukuran rata-rata sebesar batu watu, bukan seperti bubuk atau butiran yang lebih halus.


Ciri-Ciri Hujan Meteor Taurid


Hujan meteor Taurid mempunyai ciri khas dengan hujan meteor yang lain, seperti Geminid, Orionid, Quadrantid dan yang lain. Hujan meteor juga datang dalam intensitas yang berlainan-beda, ada yang ramai seperti hujan atau ada juga yang cuma terlihat sedikit saja. Secara kasat mata, antara hujan meteor satu dengan yang lain tidak memiliki banyak perbedaan.


Berikut ini yaitu ciri-ciri hujan meteor Taurid :



  • Terbagi dua wilayah, untuk penggalan bumi Selatan dan Utara

  • Dapat dilihat dari banyak sekali wilayah di dunia, kecuali di Kutub Selatan

  • Memiliki era yang lebih lama dibandung hujan meteor yang lain

  • Arah hadirnya hujan meteor dari rasi bintang Taurus

  • Memiliki intensitas yang rendah, hanya beberapa buah meteor yang tampakdalam abad waktu tertentu


Seperti itulah beberapa ciri khas hujan meteor Taurid. Perbedaan yang cukup besar adalah kurun meteor melewati Bumi serta intensitas yang cukup rendah. Beberapa hujan meteor lain mungkin mempunyai jumlah meteor yang lebih banyak yang mampu terlihat dalam sekali pengamatan. Namun untuk Taurid tidak terlalu banyak jumlah meteor yang terlihat, hanya saja memiliki era yang lebih usang, bisa sampai berminggu-minggu.


Dampak Hujan Meteor Taurid


Hujan meteor Taurid, sama mirip pada umumnya hujan meteor lainnya tidak berefek secara pribadi pada kehidupan manusia di bumi. Hujan meteor rata-rata berskala tidak lebih dari bubuk kosmik atau seukuran bola tenis, yang akan eksklusif hancur begitu menjamah lapisan mesosfer. Selain kilatan-kilatan indah di langit serta gambar-gambar foto yang manis, tidak ada efek secara langsung pada bumi.


Memang meteor memiliki ukuran yang sungguh beragam mulai dari abu hingga sebesar mobil atau kota yang memiliki pengaruh amat merusak. Tahun kemudian sempat ramai diberitakan wacana asteroid dari hujan meteor Taurid, yang mempunyai kesempatanuntuk masuk ke atmosfir bumi. Namun hal tersebut masih membutuhkan riset lebih lanjut dengan menghitung orbit meteor.


Beberapa tahun belakangan memang ramai dengan hujan meteor Taurid yang terlihat di beberapa negara, seperti Thailand serta Rusia. Khusus untuk Rusia, di tahun 2013, beberapa meteor besar jatuh dan menghantam beberapa gedung serta jalanan di kota Chelyabinsk. Berukuran cukup besar dan bahkan melukai hingga 1500 orang. Tapi peristiwa di Chelyabinsk merupakan pola ekstrim yang jarang terjadi.


Fenomena Hujan Meteor Taurid


Seperti hujan meteor lainnya, hujan meteor Taurid adalah fenomena tahunan yang sudah berjalan dari jaman dahulu. Tahun kemarin Taurid terjadi di bulan Oktober dan November. Di tahun ini hujan meteor Taurid juga ada di waktu yang sama, sekitar bulan Oktober dan November.


Di tahun 2018, hujan meteor Taurid terjadi sekitar bulan Oktober untuk bumi bab Selatan, dan November untuk serpihan bumi Utara. Untuk bulan Oktober hujan meteor Taurid diperkirakan mencapai puncaknya pada tanggal 9 sampai 10 Oktober, sedangkan bulan November puncaknya pada tanggal 11 sampai 12 November, walaupun kemungkinan sampai selesai November kita masih mampu melihat hujan meteor Taurid.


Kita mampu menyaksikan hujan meteor Taurid dengan cara pergi ke daerah yang jauh dari cahaya buatan (perkotaan) atau ketika tidak ada bulan untuk hasil observasi yang maksimal. Untuk hasil terbaik direkomendasikan mengamatinya saat fajar atau malam hari.


Demikianlah yang mampu dibagikan tentang hujan meteor Taurid. Semoga berfaedah dan nantikan terus postingan menawan lainnya di ilmugeografi.com.



Sumber ty.com

Kamis, 24 Desember 2020

Hujan Meteor Draconid : Proses Dan Waktu Terjadi – Fenomenanya

Di periode lalu hujan meteor ini diketahui dengan nama Giacobinids, yang mana yakni hujan meteor yang berasal dari komet 21P/Giacobini-Zinner. Memang, kebanyakan hujan meteor dinamai menurut konstelasi asal pendaran mereka, bukan dari komet asal mereka. Namun Draconid mempunyai nama alias yang berasal dari komet asal mereka untuk mengingat bagaimana umat insan dapat memahami fenomena meteor.


Komet ini didapatkan tanggal 20 Desember 1900, terpola 6,6 tahun. Terakhir kali tampakpada 11 Februari 2012, kemudian akan datang lagi pada tanggal 10 September 2018. Diameter dari komet ini diperkirakan 2 km. 13 tahun kemudian, nama Zinner ditambahkan di belakangnya. Pada dikala itu, para astronom berpikir bahwa meteor dan komet itu berhubungan, maka dari itu mereka mencoba untuk menghubung-hubungkan bermacam-macam komet dengan pertunjukan spektakuler yang ditontonkan oleh meteor.


Hujan meteor Oktober Draconid ini dinamai dari konstelasi Draco karena berpendar dari lisan sang Naga. Konstelasi ini berada di Bumi bab utara. Maka, kebalikan dari hujan meteor Eta Aquarid, hujan meteor ini memanjakan para penikmat hujan meteor yang berada di Bumi cuilan utara seperti Amerika Serikat, Kanada, Eropa, dan Asia utara.


Draconid terlihat semenjak 6-10 Oktober, dengan puncaknya pada tanggal 8 Oktober. Kecepatan lajunya cukup lambat, adalah 20 km/detik. Draconid dapat dilihat dengan sangat baik pada sore hari, tepat setelah matahari terbenam dengan langit malam yang gelap. Hujan meteor ini umumnya cukup sepi, cuma tampak5 meteor dalam satu jam. Namun ketika sang Naga terbangun, jumlah pendaran meteor per jam mampu berkembangdrastis.


ZHR hujan meteor ini bervariasi, namun pada tahun 1933 dan 1946, AHR nya dapat mencapai ribuan meteor perjam. Ledakan hujan meteor ini terjadi saat Bumi berada di area yang kental dengan banyak abu-debu reruntuhan komet. Misalnya tahun 1998, mendadak terjadi outburst, dan memuncak lagi pada tahun 2005. Tahun 2011 juga terjadi outburst besar yang mampu disaksikan oleh siapa pun di seluruh Bumi, walau pada dikala itu bulan sedang bersinar dengan terangnya tetapi hujan meteor tersebut masih bisa terlihat. Pengamat di Eropa mencatat ada 600 meteor yang terlihat dikala itu. Tahun 2012, radar menangkap ada 1000 meteor dalam satu jam.


Bagaimana mampu meteor Draconid jatuh dengan jumlah yang tidak dapat ditebak? Kenapa beberapa tahun mengalami hujan yang begitu deras sedangkan tahun lainnya cuma jatuh sedikit saja?


Jawabannya yaitu sebab Komet Giacobini-Zinner saat itu di tahun 2011 sedang berada di titik terdekat dengan matahari (perihelion). Berhubung meteor ialah puing-puing yang terlepas dari komet, maka dari itu ketika ada komet sumbernya berada cukup erat dengan matahari, maka timbullah banyak kikisan.


Walau hal ini tidak selalu terjadi. Ketika komet tersebut kembali di tahun 1998, hujan meteor Draconids yang turun pada tahun tersebut cukup rendah; sebanyak 100 meteor per jam. Sedangkan prediksi jatuhnya meteor juga tidak selalu benar dan merata di semua bab cuilan Bumi. Di tahun 2018 ini, bulan baru timbul saat Draconid berpendar. Itu artinya kita mampu menyaksikan hujan meteor ini dengan terang. Namun pada tahun ini tidak ada prediksi mengenai outburst.


Tidak peduli dimanapun anda berada, meteor ini tetap akan tampaksangat bagus pada sore hari sekitar matahari terbenam. Namun tentunya bagi yang tinggal di Bumi bab selatan akan mengalami sedikit kesusahan untuk menyaksikan Draconid. Berhubung konstelasi ini cuma muncul sebentar saja di Bumi kepingan selatan. Bisa saja anda melihatnya pada dikala puncak hujan meteor itu terjadi.


Orang yang hidup di Bumi bagian selatan erat dengan garis khatulistiwa mungkin akan sedikit beruntung. Carilah buntang Rastaban dan Eltanin, yang sedikit mepet dengan garis horizon di sisi utara pada malam hari di permulaan Oktober. Senja hari adalah potensi terakhir untuk menyaksikan kepala dari sang naga tersebut. Karena konstelasi Draco tidak lagi terlihat saat malam tiba.


Mendengarkan Aktivitas Meteor


Pada tahun 2011, teman-sobat di Amerika Utara tidak dapat melihat hujan meteor Draconid secara pribadi alasannya puncak hujan meteor itu terjadi pada siang hari. Namun mereka dapat mendengar Draconid lewat radio.


Karena jejak bercahaya yang dihasilkan sekecil partisi debu, tersebar oleh komet yang menyisir atmosfer Bumi dalam kecepatan 19 km/detik, maka mereka memancarkan gelombang radio yang efektif. Hal ini menjadikan bunyi di kejauhan dari sinyal radio yang secara singkat dimentalkan oleh jejak ion yang diakibatkan oleh meteor-meteor ini. Mereka terdengar mirip suara “ping” atau suara siulan.


Michael Boschat dari Halifax, Nova Scotia, mendengarkan Draconids melalui antena untuk menangkap gelombang analog TV di frekuensi 67.24 MHz. pada pukul 2 siang waktu lokal. Dia mendengar ada 34 meteor yang melintas, namun tiga jam lalu jumlah sinyal berkembangjadi 105 meteor. Tak lama kemudian kegiatan tersebut lalu rampung.


Fenomena Hujan Meteor Draconid yang Tertangkap Kamera



  • Foto ini diambil oleh Pere Soler pada bulan Oktober 2011. Saat itu diperlukan Draconid lebih banyak dari tahun sebelumnya, tetapi berhubung ada bulan Purnama membatasi, maka jumlah meteor yang tampakcukup terbatas.




  • Penampakan Komet Giacobini-Zinner, yang diabadikan oleh Kitt Peak teleskop 0.9-meter di tahun 1998. Komet ini menciptakan jejak abu dan reruntuhan yang dilewati Bumi dan membuat hujan meteor Draconid.


meteor draconid



  • Pada gambar yang indah ini, terlihat hujan meteor yang bercampur dengan aurora, berlokasi di Greenland. Fotografer Ed Stockard menyampaikan, “saat-saat hujan meteor Draconid yang berjatuhan di Greenland tidak tepat. Kegelapan datang begitu cepat sesudah meteor berjatuhan. Di cuilan bumi utara yang mendekati kutub, kegelapan tidak tiba dengan segera mirip di daerah khatulistiwa. Karena di tempat ini matahari menyisir horizontal. Sementara itu meteor Draconid tidak tampakkasat mata tetapi menunjukkan pemandangan aurora yang hebat. Dalam foto ini terlihat ada beberapa garis yang dicurigai sebagai meteor.”


draconid



  • Panorama indah yang diambil oleh seorang fotografer berjulukan Sean Parker.  Menunjukkan bintang Vega yang benderang, lalu tidak jauh dari sana ada Draco sang naga. Draco merupakan titik pendaran dari hujan meteor Draconid. Foto ini diambil dikala terjadi hujan meteor di tahun 2013, di taman nasional Saguaro, Arizona.


draconid-meteor-panorama



  • Jesper Grønne dari Silkeborg, Denmark memakai lensa mata ikan untuk membuat gambar dari hujan meteor Draconid ini di bulan Oktober 2011.


meteor draconid2


Demikian penjelasan perihal hujan meteor draconid. Semoga berfaedah.



Sumber ty.com

Rabu, 23 Desember 2020

Penyebab Meteor Jatuh Dan Fakta-Faktanya

Melihat meteor yang melintasi langit memang panorama yang cukup spektakuler. Jaman dahulu sebelum ilmu pengetahuan semaju kini, banyak spekulasi wacana penyebab meteor jatuh ke Bumi. Mulai dari hal-hal mistis yang mengatakan bahwa hal tersebut yaitu mengambarkan bahaya atau juga sebagai fasilitas memohon impian. Tentunya semua hal tersebut dibantah oleh ilmu wawasan dan dikenali bahwa meteor hanyalah suatu fenomena alam.


Namun pastinya masih merupakan hal yang mempesona untuk dibahas, bagaimana sebuah benda langit, dalam hal ini suatu meteor bisa masuk ke atmosfer Bumi atau bahkan jatuh ke tanah dan menjadi meteorit? Ada beberapa penyebabnya yang hendak kita bahas.


Bumi Melewati Awan Debu Kosmik


Seperti yang kita tahu, Bumi dan tata surya kita selalu bergerak. Kadang kurun dalam perjalanannya mengarungi ruang angkasa, Bumi berpapasan dengan sebuah awan abu kosmik. Nah, awan abu kosmik ini mampu jadi ialah akibat goresan suatu asteroid, partikel dari suatu komet (seperti pada hujan meteor), atau sisa-sisa pembentukan suatu bintang atau planet. Awan bubuk ini dapat berlangsung hingga jutaan kilometer sampai akhirnya bertemu dengan orbit Bumi.


Asteroid yang Melewati Orbit Bumi


Kadang ada juga suatu benda langit random yang datang secara datang-tiba, masuk ke lapisan atmosfer Bumi. Benda langit ini tidak berasal dari sebuah hujan  meteor tertentu atau siklus komet tertentu yang biasanya mampu diamati dan memiliki siklus yang rutin. Benda langit atau meteor seperti ini disebut dengan sporadic meteor. Makara bukan Bumi yang menghampiri awan bubuk atau asteroid, tapi asteroidnya yang kebetulan berpapasan dengan orbit Bumi.


Jadi secara garis besar dapat diterangkan kalau ada sebuah benda langit (asteroid, meteor, awan debu, dan lainnya) yang bergerak cukup dekat dengan orbit Bumi, maka ada kemungkinan benda langit tersebut dapat memasuki atmosfer Bumi.


Berapa Banyak Meteor yang Berpotensi Jatuh Ke Bumi?


Ada cukup banyak meteor yang mendekati  atau berada dekat dengan orbit Bumi, tetapi tidak perlu khawatir alasannya adalah telah ada program pengawasan khusus dari NASA bernama Sentry. Sentry memantau banyak sekali objek langit yang erat dengan Bumi atau memiliki potensi jatuh ke Bumi. Hingga ketika ini belum ditemukan ancaman yang serius untuk planet Bumi. Perlu dimengerti bahwa kadang sporadic meteor tidak mampu di deteksi dengan segera sebab kedatangannya yang tiba-tiba.


Namun sebagian besar meteor yang jatuh ke Bumi akan terbakar hangus di atmosfer sebelum sampai menyentuh tanah, alasannya itu resiko bahayanya tidak terlalu besar.


Beberapa Kejadian Meteor Hampir Jatuh ke Bumi


Tahun ini, tepatnya pada bulan April kemudian, sebuah asteroid bernama 2018 GE3, berskala sebesar lapangan bola melintasi Bumi pada setengah jarak bulan atau sekitar 150,000 km. Memang terlihat jauh, namun berdasarkan ukuran astronomi jarak tersebut cukup bersahabat. Memang tidak hingga masuk atmosfer Bumi namun cukup menciptakan ilmuwan waspada. Ada juga asteroid berjulukan 2018 CB, yang sangat dekat dengan Bumi, kira-kira 63,000 km dari Bumi. Namun sekali lagi tidak hingga mengakibatkan ancaman.


Tahun 2013 ialah suatu peristiwa sporadic meteor tepatnya di Chelyabinsk, Rusia. Sebuah meteor hancur di udara menjadi bagian-bagian kecil dan sempat merusak beberapa gedung dan kemudahan biasa . Tidak ada korban jiwa tapi lumayan banyak korban luka yang mesti menerima santunan medis.


Kesimpulan Penyebab Jatuhnya Meteor


Hujan meteor yakni jatuhnya meteor yang berasal dari material kosmik, mirip bubuk sisa komet yang berkala melintasi tata cara tata surya dalam periode waktu tertentu. Walaupun ukurannya beragam, tetapi jarang yang hingga mengakibatkan.


Jadi mampu disimpulkan penyebab meteor jatuh dikarenakan oleh mendekatnya benda langit ke orbit Bumi, atau juga karena Bumi berpapasan dengan orbit benda langit tersebut. Meskipun tidak selalu dapat terdeteksi, sebagian besar meteor yang jatuh ke Bumi tidak membahayakan. Berikut ini video yang menjelaskan beberapa peristiwa jatuhnya meteor ke bumi:




Sumber ty.com

Kamis, 24 September 2020

5 Acuan Fenomena Biosfer Dan Penjelasannya

Semua bagian ekosistem yang ada di sekitar kita memiliki keterkaitan satu dengan yang yang lain. Seperti yang kita pahami bila komponen – unsur penyusun tersebut terbagi menjadi 2 kalangan adalah komponen biotik dan unsur abiotik. Keduanya saling berafiliasi untuk menjaga keseimbangan kehidupan yang ada di bumi ini. Seperti pola sederhananya yakni hubungan tanaman dengan sinar matahari. Tanaman dalam hal ini tergolong bagian biotik, memerlukan sinar matahari (komponen abiotik) untuk melakukan fotosintesis. Hasil fotosintesis tersebut nantinya mampu dimanfaatkan oleh makhluk hidup lain mirip insan atau binatang. Itulah mengapa relasi makhluk hidup dengan lingkungannya tidak dapat dipisahkan.


Sudah menjadi hakekatnya kalau terdapat organisme yang bisa bertahan hidup pada sebuah lingkungan. Bukan menjadi masalah bagi organisme tersebut untuk tidak pindah ke tampat lain. Selama lingkungan tersebut menawarkan segala jenis kebutuhan yang diharapkan demi kelancaran hidupnya. Tempat yang tepat dengan kondisi organisme inilah yang dinamakan dengan biosfer.


Apa itu Biosfer?


Bila kita kaji, biosfer berasal dari 2 kata ialah “bios” yang memiliki arti hidup dan “sphare” yang  mempunyai arti lapisan. Sehingga jika kita gabungkan kedua kata tersebut menjadi lapisan hidup. Dengan kata lain bahwa biosfer ialah suatu metode yang terdapat kehidupan organisme makhluk hidup (insan, tumbuhan, dan binatang)yang saling berhubungan dengan lingkungan daerah tinggalnya membentuk interaksi. Biosfer sendiri telah ada di planet Bumi ini sekitar 3,5 milyar tahun. Hingga dikala ini, bumi dijadikan sebagai satu – satunya tempat yang tepat untuk mendukung kehidupan.


Lalu Apa Itu Fenomena Biosfer?


Fenomena merupakan sebuah peristiwa atau peristiwa. Sehingga fenomena biosfer merupakan sebuah kejadian atau peristiwa yang terjadi di lapisan yang bernama biosfer. Fenomena biosfer sendiri berlawanan – beda di setiap tempatnya. Hal ini tergantung dari beberapa aspek yang ikut menghipnotis. Karena kita tahu, kalau tidak semua daerah yang ada di Bumi ini dapat ditempati oleh makhluk hidup.


Keberadaan makhluk hidup mampu ditemukan di kedalaman kurang lebih 9 km hingga ketinggian 8 km di atas permukaan bahari. Selebihnya tidak akan ditemukan makhluk hidup yang tinggal dan hidup pada lingkungan tersebut. Namun, tidak menutup kemungkinan jika kedepannya ditemukan makhluk hidup yang mampu bertahan hidup lebih dari batasan biosfer tersebut.


Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Kehidupan?


Salah satu fenomena biosfer tersebut adalah persebaran makhluk hidup yang tidak merata. Persebaran yang tidak merata ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.



  1. Perbedaan Iklim, menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi jenis dan macam flora serta hewan. Seperti contoh, suhu yang terlalu tinggi atau rendah, udara yang berair atau kering, curah hujan, dan angin.

  2. Perbedaan kondisi tanah. Tekstur, kandungan mineral, humus, kandungan udara, air tanah, dan tingkat kelembapan.

  3. Tinggi rendahnya permukaan bumi. Berpengaruh pada teladan penyinaran matahari.

  4. Kegiatan insan, mengganti struktur atau relief bumi. Seperti mengganti hutan menjadi lahan pertanian, penebangan hutan, perburuan satwa dan lain sebagainya.


Contoh Fenomena Biosfer



  1. Persebaran Flora Dan Fauna Yang Tidak Merata


Contoh sederhana adalah komodo yang cuma mampu ditemukan di pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Kita tidak mampu menemukan komodo ditempat lain di bagian bumi manapun sebab di sanalah daerah atau habitat yang tepat oleh komodo. Contoh lain ialah beruang kutub yang hanya didapatkan di lingkungan yang tertutup es sepanjang tahun. Tidak cuma fauna saja, persebaran yang tidak merata juga dialami oleh tanaman, seperti pola budidaya rumput bahari yang cuma bisa dikerjakan di sepanjang pantai yang tidak berombak besar. Dan juga tumbuhan lumut dan paku – pakuan yang cuma bisa berkembang di lingkungan bersuhu rendah (Baca: Faktor Penghambat Persebaran Flora Dan Fauna).



  1. Perbedaan Konsumsi Bahan Pangan


Di Indonesia sendiri sebagian besar masyarakatnya menyantap padi menjadi masakan pokok. Namun, di beberapa daerah di Indonesia bagian timur, makanan pokok mereka berbentukjagung atau sagu. Hal ini dipengaruhi dengan ketersedian materi pokok yang ada dan tumbuh di lingkungan tersebut.



  1. Kerusakan Flora Dan Fauna


Tidak mengherankan jika bertahun-tahun belakangan ini kerusakan flora maupun fauna makin meningkat. Seperti pola, perburuan gading gajah yang menyebabkan makin berkurangannya populasi gajah di dunia saat ini. Tidak cuma itu saja, sampah – sampah yang ada di lautan juga ikut berperan dalam merusak flora dan fauna di maritim. Penggunaan bom dan pukat berakibat rusaknya terumbu karang. Seperti yang kita ketahui kalau terumbu karang ialah kawasan tinggal bagi berbagai macam jenis ikan.


Tidak cuma itu saja, kerusakan flora dan fauna mampu menjadi permulaan kepunahan bagi beberapa tanaman dan fauna yang ada. Kepunahan tersebut bisa disebabkan oleh:



  • luas lahan yang terus berkurang

  • lahan yang rusak

  • eksploitasi besar – besaran

  • penggunaan teknologi yang tidak sesuai dengan keadaan alam atau lingkungan

  • penggunaan pestisida secara berlebihan

  • perburuan liar yang tidak terkendali

  • pencemaran lingkungan (sampah dan limbah industri)


Jika hal tersebut terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan akan menghipnotis kehidupan insan nanti. Bisa dibayangkan jikalau seandainya insan kekurangan materi pangan.



  1. Berkurangnya Luas Lahan Dan Menjadi Sempit


Di pedesaan mungkin kita masih bisa melihat lahan – lahan terhampar cukup luas. Namun, bila kita pergi ke perkotaan, akan sangat sukar mendapatkan lahan di sana. Jika pun ada ukurannya cukup kecil dan sempit. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi luas lahan, yakni:



  • Pemukiman penduduk yang kian luas, hal ini memiliki dampak pada kurangnya ketersediaan lahan untuk ditanamai tanaman. Tidak cuma itu saja, hewan pun ikut terkena dampaknya dan terancam kehilangan tempat tinggal.

  • Jumlah populasi manusia yang terus meningkat. Setiap tahun angka kelahiran di dunia ini terus mengalami peningkatan. Peningkatan ini memiliki efek pada ketersediaan lahan yang ada. Semakin tinggi jumlah populasi manusia, akan kian berkurangnya lahan kosong yang tersedia.

  • Pembangunan bangunan dan pabrik. Seiring bertambahnya populasi manusia, memaksa mereka berpikir untuk memajukan taraf hidupnya. Salah satunya dengan membangun pabrik dan bangunan. Hanya saja pembangunan tersebut lazimnya memanfaatkan lahan pertanian yang luas. Sehingga, tidak jarang banyak flora dan binatang yang berada di lahan tersebut ikut hilang dan musnah.



  1. Dampak Akibat Kerusakan


Setelah terjadi kerusakan dan berkurangnya lahan kosong, akan timbul problem gres yaitu imbas yang akan muncul suatu hari nanti. Saat ini, telah terjadi banyak insiden sebagai akibat rusaknya ekosistem. Seperti contoh:



  • Terjadinya musibah berupa tanah longsor dan banjir bandang di area perbukitan atau pegunungan balasan penebangan hutan yang tidak terkendali atau eksploitasi. (Baca : Gangguan Keseimbangan Lingkungan)

  • Punahnya fauna dan flora akhir hilangnya habitat mereka tinggal.

  • Jika sudah begitu akan mempunyai efek pada faktor lain mirip berkurangnya ketersediaan pangan bagi insan dan hewan dan juga hilangnya mata pencaharian bagi petani.


Itulah tadi beberapa pola fenomena biosfer. Semoga berita ini mampu bermanfaat.



Sumber ty.com

Jumat, 14 Agustus 2020

Mengapa Langit Berwarna Biru? Ini Penjelasannya

Mengapa Langit Berwarna BiruLangit merupakan objek langit yang seolah- olah menghalangi persepsi mata kita. Langit merupakan objek tertinggi yang membatasi pandangan manusia. Bila kita memperhatikan maka akan kita lihat bahwa langit tampak berwarna biru saat siang hari dan cuaca cerah. Sementara kalau cuaca mendung maka langit akan terlihat berwarna debu- debu, hal ini alasannya adalah awan yang mengandung uap air menggantung di udara maka akan menutupi warna langit yang sebenarnya. Namun jika kita telaah lebih jauh apakah benar langit berwarna biru? Nah, mari kita diskusikan bareng - sama argumentasi mengapa langit terlihat berwarna biru dan bukan warna lainnya.


Langit dari kejauhan akan tampak berwarna biru, seperti halnya lautan yang juga terlihat berwarna biru. Lautan yang tampak berwarna biru jika kita dekati maka tidak berwarna karena air memang tidak berwarna. Nah, kemudian bagaimanakah langit mampu berwarna biru? Penjelasan ini akan sama seperti pelajaran fisika ketika kita mendapatkan bahan perihal cahaya. Cahaya putih yang dilewatkan sebuah prisma maka akan terdispersi ke dalam gelombang cahaya yang mempunyai panjang berbeda- beda sehingga menciptakan warna yang berbeda pula.


Sumber cahaya di alam semesta yaitu matahari. Matahari memancarkan cahaya putih ke planet- planet yang mengitarinya, salah satunya yakni planet Bumi. Ketika memancarkan sinar ke Bumi, maka cahaya putih ini akan melalui atmosfer Bumi. Atmosfer Bumi kedudukannya mirip prisma dalam praktikum fisika. Atmosfer bumi mengandung aneka macam gas seperti oksigen, nitrogen, karbon, dan lain sebagainya. Hal inilah yang menyebabkan cahaya akan terpecah- pecah ke dalam aneka macam gelombang yang berlainan- beda. Ada cahaya yang terpecah ke dalam gelombang yang panjang, dan sebagian menjadi gelombang- gelombang yang pendek. Gelombang cahaya panjang akan menjelma warna merah, jingga, kuning. Sementara gelombang cahaya pendek akan berupa warna- warna mirip biru, dan juga hijau. Warna- warna tersebutkah yang mampu diterima oleh retina mata kita.


Gelombang cahaya panjang akan diteruskan lurus hingga jarak yang lebih jauh, sementara gelombang pendek sebagian besar akan berhamburan di angkasa. Hal inilah yang menjadikan langit tampak mayoritas berwarna biru ketimbang warna- warna yang yang lain. Cahaya gelombang pendek akan tersebar di angkasa seolah- oleh menyelimuti Bumi, sehingga langit luas akan tampak berwarna biru. Sementara itu saat pagi atau senja hari maka langit akan berganti warna menjadi jingga atau merah. Hal ini tidak lain alasannya adalah gelombang cahaya yang kita lihat akan berganti dengan gelombang panjang. Pergantian ini disebabkan alasannya dikala pagi atau senja hari maka matahari tampak cenderung dan tidak tepat berada di tengah- tengah, sehingga gelombang yang diterima pun adalah gelombang panjang yang terlihat berwarna merah, kuning atau oranye.


Nah itulah penjelasan singkat perihal langit yang berwarna biru. Langit yang berwarna biru ini sebetulnya bukan dalam artian memang langit bebar- benar berwarna biru, mengenang bahwa langit sendiri kalau kita dekati mirip benda yang menghilang dan tidak tampak. Semua ini ialah permainan cahaya matahari yang sudah terdispersi ke dalam banyak sekali warna.  Cahaya matahari ini terdispersi sebab melewati atmosfer sebagai perisai bagi Bumi. Dan kemudian cahaya ini berganti ke dalam gelombang panjang dan pendek yang menghasilkan cahaya mirip cahaya matahari. Semoga apa yang kami sampaikan berfaedah bagi kita semua, terutama yang penasaran mengapa langit berwarna biru.



Sumber ty.com