Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Maret 2020

Pengertian Akun dan Macam – Macam Contohnya dalam Akuntansi


Pengertian Akun dalam Akuntansi – Pernahkah kalian mendengar kata akun? Apa yang pertama kali dipikirkan? Apakah akun yang ada di sosial media seperti facebook, twitter, instagram maupun situs belanja online yang terkenal. Namun, akun dalam dunia akuntansi berbeda dari kemungkinan jawaban di atas.





Untuk mengetahui lebih mendalam mengenai apa itu akun, silahkan simak baik – baik pengertian akun dan macam-macam contohnya dalam ilmu akuntansi di artikel ini.





Akun adalah media akuntansi yang merupakan tempat untuk mencatat transaksi keuangan yang mengakibatkan perubahan pada harta/aktiva, kewajiban/utang, modal/ekuitas, pendapatan dan biaya/beban.





Akun sendiri bisa berarti perkiraan atau dengan mudah kita sebut sebagai keterangan atas terjadinya transaksi keuangan baik mengeluarkan uang maupun tidak. Seperti ketika ada penjualan barang dagangan tunai,  kita menuliskan keterangan di debet berupa kas dan di kredit berupa penjualan. Atau misal ada transaksi penyesuaian penggunaan mobil dengan menggunakan depresiasi, kita hanya perlu mendebet beban depresiasi dan mengkredit akumulasi depresiasi.





Baca Juga: Apa itu Pasiva dan Mengapa Letaknya di Sebelah Kiri?





Berikut ini akan kami rangkum contoh contoh akun untuk 2 versi bahasa yakni Indonesia dan Inggris pada perusahaan dagang. (sumber : Modul Mengoperasikan Aplikasi Komputer Akuntansi)






1. Golongan Harta (Assets)





    a. Harta Lancar (Current Assets)

    • Kas (Cash in Bank)

    • Kas Kecil (Petty Cash)

    • Piutang Dagang (Account Receivable)

    • Cadangan Kerugian Piutang (Allowance of Doubtfull Debt)

    • Persediaan Barang (Merchandise Inventory)

    • Perlengkapan Toko (Store Supplies)

    • Asuransi dibayar dimuka (Prepaid Insurance)

    • Sewa dibayar dimuka (Prepaid Rent)

    • Pajak dibayar dimuka (Prepaid Tax)




    b. Harta Tetap (Fixed Assets)

    • Peralatan (Equipment at Cost)

    • Akumulasi penyusutan peralatan (Equipment Accum. Dept)








2. Golongan Utang (Liability)





    a. Utang Lancar (Current Liability)

    • Utang Dagang (Account Payable)

    • Beban Terutang (Expense Payable)

    • Utang PPh (Income Tax Payable)

    • Utang PPN (VAT Payable)

    • PPN Keluaran (VAT Out)

    • PPN Masukkan (VAT In)


    b. Utang Jangka Panjang (Long Term Liability)


    • Pinjaman Bank (Bank Loan)







3. Golongan Modal (Equity)





  • Modal Andrian
    (Andrian Capital)
  • Prive Andrian
    (Andrian Drawings)
  • Ikhtisar Laba
    Rugi (Income Summary)




4. Golongan Penjualan/Pendapatan  (Income)





  • Penjualan
    (Sales)
  • Retur
    Penjualan (Sales Return)




5. Golongan HPP (Cost of Goods Sold)





  • Harga Pokok Penjualan (Cost Of Goods Sold)
  • Beban Angkut Pembelian (Freight Paid)




6. Golongan Beban Operasional (Operating Expense)





  • Beban Iklan (Advertising
    Expenses)
  • Beban Listrik
    dan Telepon (Telephone&Electricity Expenses)
  • Beban
    Perlengkapan Toko (Store Supplies Expense)
  • Beban Piutang
    tak Tertagih (Bad Debts Expenses)
  • Beban
    depresiasi (Depreciation Expense)
  • Beban
    Asuransi (Insurance Expenses)
  • Beban Sewa (Rent
    Expenses)
  • Beban Gaji
    dan Upah (Wages and Salaries Expenses)
  • Beban Operasi
    Lain- lain (Other Operating Expenses)




7. Golongan Pendapatan Non Operasional (Other Income)





  • Pendapatan Bunga (Interest Revenue)




8. Golongan Beban Non Operational (Other Expenses)





  • Beban Bunga (Interest
    Expense)
  • Beban
    Administrasi Bank (Bank Service Charge)
  • Bebam
    Administrasi Bank (Income Tax Expense)




Baca Juga: Pengertian Aktiva dan Klasifikasi Menurut Konvertibilitas





Demikian materi
seputar akuntansi dengan tema akun dalam dunia akuntansi beserta contohnya.
Semoga bisa menjadi referensi dalam pembelajaran maupun sekadar penambah
wawasan bagi masyarakat umum. Ditunggu untuk postongan selanjutnya dan stay
bersama ridpir.com



Sumber er.com

Senin, 02 Maret 2020

Akun Kontra: Pengertian dan Macam – Macam Akun Yang Termasuk Kedalamnya


Macam – Macam Akun Kontra – Pada pembahasan yang lalu telah disinggung tentang pengertian akun dan pengelompokannya. Baik ada yang akun riil maupun akun nominal secara umum. Namun pada topik pembahasan kita kali ini sedikit berbeda walaupun masih seputar akun.





Dikesempatan kali ini kita akan membahas Akun kontra. Pernahkah anda mendengarnya? Mungkin sedikit asing. Apakah itu akun yang baru muncul? Apakah itu bila terjadi laba/rugi? Apakah itu akun yang salah? Lalu, bagaimana jawaban dari semua pertanyaan tersebut? Mari kita simak penjelasan di bawah ini.






Pengertian Akun Kontra dan Macam – Macam Akun Yang Termasuk Ke dalamnya





Berikut Yang dimaksudkan Dengan Akun Kontra





Akun adalah media akuntansi yang merupakan tempat untuk mencatat transaksi keuangan yang mengakibatkan perubahan pada harta / aktiva, kewajibab / utang, modal / ekuitas, pendapatan dan biaya / beban. Akun kontra sendiri adalah akun yang letak saldo normalnya berbeda. Maksudnya adalah posisi penempatannya dalam debet dan kredit berbeda dari akun yang satu golongan dengannya.





Baca Juga: Apa itu Pasiva dan Mengapa Letaknya di Sebelah Kiri?





Untuk lebih jelasnya kami akan memaparkan akun apa saja yang masuk ke dalam akun kontra untuk perusahaan jasa dan dagang.





Berikut ini 9 Akun Yang Termasuk Kedalam Akun K0ntra





1. Allowance for Doubtfull Debt atau biasa diterjemahkan sebagai Cadagan Kerugian Piutang





Mengapa Allowance for Doubtfull Debt (ADD) masuk ke jenis akun kontra? ADD masuk ke akun kontra dikarenakan posisinya terletak pada aktiva. Aktiva sendiri terletak di sebelah debet.





ADD merupakan akun baru yang terbentuk setelah adanya penyesuaian atas kerugian piutang dengan mendebet beban kerugian piutang dan mengkredit ADD sendiri. Untuk jumlah biasanya perusahaan menetapkan 5% atau tergantung kebijakan dari perusahaan tersebut.





2. Accumulated Depreciation of.. atau biasa diterjemahkan sebagai Akumulasi Penyusutan





Akumulasi penyusutan sendiri adalah jumlah yang digunakan untuk mengurangi nilai buku suatu barang berwujud terkecuali tanah. Misalnya seperti kendaraan, bangunan, mesin, dan peralatan yang umur ekonomisnya lebih dari 1 tahun.





Akun ini selalu berdampingan dengan harta tetap berwujud seperti yang disebutkan di atas. Akun ini juga berada di kredit walaupun masuk kategori aktiva.





3. VAT in jika masuk ke Liability





VAT in atau biasa kita sebut dengan PPN masukan biasanya juga masuk ke dalam liability kalau kita perhatikan contoh dalam modul Mengoperasikan Aplikasi Komputer Akuntansi.





Baca Juga: Pengertian Aktiva dan Klasifikasi Menurut Konvertibilitas





Akun tersebut dikategorikan akun kontra karena akun tersebut bersaldo debet karena jumlahnya mengurangi VAT out atau PPN Keluaran hingga terjadi selisih kurang atau lebih bayar yang nantinya akan masuk pada penyesuaian. Untuk liability sendiri memang sudah masuk ke kredit, namun VAT in malah di debet.





4. Drawing atau bisa kita sebut sebagai Prive





Prive
adalah pengambilan modal pemilk untuk kepentingan pribadinya. Prive masuk ke
ekuitas atau lebih mudah disebut masuk ke modal. Jumlahnya berada di debet, dan
modal selalu berada di kredit.





5. Devident atau biasa kita sebut sebagai Deviden





Sama
seperti halnya prive. Yang membedakan adalah deviden sendiri hasil keuntungan
dari saham dan untuk pembagiannya diatur khusus tidak boleh sembarangan.
Deviden berada di debet dan deviden sendiri masuk ke golongan ekuitas.





6. Sales Return atau biasa kita sebut sebagai Retur Penjualan





Retur sendiri adalah pengembalian barang, sedangkan retur penjualan adalah pengembalian barang yang dilakukan oleh pembeli kepada kita sebagai penjualnya.





Baca Juga: Perbedaan Debet dan Kredit Dalam Ilmu Akuntansi





Retur sendiri dilakukan karena barang tak sesuai pesanan, rusak, cacat maupun hal lainnya. Retur sendiri masuk ke kelompok penjualan dan jumlahnya mengurangi penjualan kotor hingga menghasilkan penjualan bersih.





7. Sales Discount atau Potongan Penjualan





Potongan
penjualan adalah potongan yang diberikan oleh penjual kepada pembeli karena
syarat tertentu seperti pembayaran piutang yang tepat atau kurang dari tanggal
jatuh tempo. Sales discount sendiri masuk ke kelompok penjualan, namun letaknya
ada di debet.





8. Purchase Return atau biasa kita sebut sebagai Retur Pembelian





Retur
pembelian adalah pengembalian barang yang telah kita pesan kepada penjual karena
barang tersebut tidak sesuai pesanan, rusak atau cacat pada saat diterima.
Retur pembelian ini mengurangi jumlah HPP. HPP sendiri berada di posisi debet,
sedangkan retur pembelian berada di kedit.





9. Purchase Discount atau Retur Pembelian





Potongan
penjualan sebenarnya hampir mirip dengan potongan penjualan. Potongan pembelian
adalah potongan yang diterima oleh pembeli dari penjual  karena syarat tertentu seperti pembayaran utang
yang tepat atau kurang dari tanggal jatuh tempo.





Demikian materi
seputar akun kontra, semoga bermanfaat untuk menambah wawasan maupun insipirasi
untuk terus mendalami akuntansi. Tetap bersama kami di artikel selanjutnya.



Sumber er.com

Minggu, 01 Maret 2020

Kode Akun: Pengertian, Pengelompokkan dan Macam – Macam Contohnya



Pengertian dan Macam – macam Contoh Kode Akun dalam Perusahaan Dagang





Pernahkan terlintas sejenak dengan istilah kode akun? Biasanya kita sering mendengar barcode atau QR code dan untuk kali ini admin ingin mengupas materi seputar kode (pengertian dan macam – macam contohnya) akun atau dalam istilah bahasa inggrisnya yaitu account number.





Kode akun adalah
suatu penamaan atau penomoran yang dipergunakan untuk mengklasifikasikan pos
atau rekening transaksi, pengertian ini diambil dari wikipedia. Kode akun
sendiri dikelompokkan menjadi 7 yakni





  1. Aktiva
  2. Liabilitas
  3. Ekuitas
  4. Pendapatan/Penjualan (tergantung perusahaannya)
  5. Harga Pokok Penjualan (apabila perusahaan dagang)
  6. Beban
  7. Jelas




Baca Juga: Akun Kontra: Pengertian dan Macam – Macam Akun Yang Termasuk Kedalamnya





Di dalam pemberian
kode akun ada hal yang perlu diperhatikan seperti yang telah disebutkan dalam
buku Memproses Entry Jurnal, yaitu :





  1. Kode akun dibuat secara sederhana dan mudah
    dimengerti, artinya tidak terlalu panjang dan berbelit belit
  2. Kode akun dalam penggunannya harus konsisten,
    artinya kode akun tidak diubah – ubah.
  3. Jika ada penambahan akun baru, usahakan jangan
    sampai mengubah kode yang sudah ada.




Macam – macam kode akun
Kode akun sendiri dibagi menjadi 4 yaitu:


1. Sistem Numerial

Sistem ini menggunakan angka yang dimulai dari 0 – 9, dapat dilakukan dengan cara :


  • Kode nomer berurutan (akun diberi urutan 1,100 atau sesuai keinginan)

  • Kode kelompok (ada beberapa angka untuk menunjukkan kode yang harus diterjemahkan
  • terlebih dahulu)
  • Kode blok (kode disusun dalam beberapa kelompok)


2. Sistem Desimal

Akun diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok dibagi menjadi tiap golongan, dan tiap golongan dibagi menjadi beberapa jenis.

3. Sistem Mnemonik

Kode akun ini menggunakan huruf yang mudah dimengerti, dikenal, dan diingat.

4. Kombinasi

Pemberian kode ingi menggunakan pemberian kode pada kelompok golongan akun dan angka pada jenis akun




Berikut Ini Contoh Kode Akun Dalam Perusahaan Dagang





1.Golongan Harta (Assets) – 10000

    a.Harta Lancar (Current Assets) – 11000

    • Kas (Cash in Bank) – 11100

    • Kas Kecil (Petty Cash) – 11200

    • Piutang Dagang (Account Receivable) – 11300

    • Cadangan Kerugian Piutang (Allowance of Doubtfull Debt) – 11400

    • Persediaan Barang (Merchandise Inventory) – 11500

    • Perlengkapan Toko (Store Supplies) – 11600

    • Asuransi dibayar dimuka (Prepaid Insurance) – 11700

    • Sewa dibayar dimuka (Prepaid Rent) – 11800

    • Pajak dibayar dimuka (Prepaid Tax) – 11900


    b.Harta Tetap (Fixed Assets) – 12000

    • Peralatan (Equipment at Cost) – 12100

    • Akumulasi penyusutan peralatan (Equipment Accum. Dept) – 12110



2.Golongan Utang (Liability) – 20000

    a.Utang Lancar (Current Liability) – 21000

    • Utang Dagang (Account Payable) – 21100

    • Beban Terutang (Expense Payable) – 21200

    • Utang PPh (Income Tax Payable) – 21300

    • Utang PPN (VAT Payable) – 21400

    • PPN Keluaran (VAT Out) – 21500

    • PPN Masukkan (VAT In) – 21600


    b.Utang Jangka Panjang (Long Term Liability) – 22000

    • Pinjaman Bank (Bank Loan) – 22100



3.Golongan Modal (Equity) – 30000

  • Modal Andrian (Andrian Capital) – 31100

  • Prive Andrian (Andrian Drawings) – 31200

  • Ikhtisar Laba Rugi (Income Summary) – 31300


4.Golongan Penjualan/Pendapatan (Income) – 40000

  • Penjualan (Sales) – 41100

  • Retur Penjualan (Sales Return) – 41200


5.Golongan HPP (Cost of Goods Sold) – 50000

  • Harga Pokok Penjualan (Cost Of Goods Sold) – 51100

  • Beban Angkut Pembelian (Freight Paid) – 51200


6.Golongan Beban Operasional (Operating Expense) – 60000

  • Beban Iklan (Advertising Expenses) – 61000

  • Beban Listrik dan Telepon (Telephone&Electricity Expenses) – 61100

  • Beban Perlengkapan Toko (Store Supplies Expense) – 61200

  • Beban Piutang tak Tertagih (Bad Debts Expenses) – 61300

  • Beban depresiasi (Depreciation Expense) – 61400

  • Beban Asuransi (Insurance Expenses) – 61500

  • Beban Sewa (Rent Expenses) – 61600

  • Beban Gaji dan Upah (Wages and Salaries Expenses) – 61700

  • Beban Operasi Lain- lain (Other Operating Expenses) – 61800


7.Golongan Pendapatan Non Operasional (Other Income) – 80000

  • Pendapatan Bunga (Interest Revenue) – 81000


8.Golongan Beban Non Operational (Other Expenses) – 90000

  • Beban Bunga (Interest Expense) – 91100

  • Beban Administrasi Bank (Bank Service Charge) – 91200

  • Bebam Administrasi Bank (Income Tax Expense) – 91300





Sekian materi tentang pengertian kode akun berserta macam – macam contohnya dikesempatan kali ini, semoga bermanfaat untuk menambah wawasan. Semangat belajar akuntansi dan tentunya update terus seputar akuntansi hanya di ridpir.com



Sumber er.com

Akun Riil: Penjelasan dan Pembagiannya Dalam Neraca


ridpir.com – Akun merupakan bagian yang tak pernah lepas dari akuntansi. Akun dalam akuntansi sendiri dibedakan menjadi 2 macam yakni akun riil dan akun nominal.





Apakah ada yang sudah mengenal akun riil? Apakah akun riil itu? Apakah akun yang muncul setelah penyesuaian? Apakah akun tersebut? Setelah menyimak penjelasan dibawah ini semoga bisa paham ya!





Pengertian Akun Riil dalam Akuntansi





Akun-akun riil disebut juga akun neraca sebab Akun riil adalah akun yang disajikan dalam neraca (laporan keuangan). Apakah hanya neraca saja? Ya benar. Setelah terjadi transaksi akan mendapatkan bukti transaksi yang selanjutnya kita akan memprosesnya ke dalam jurnal, baik jurnal umum maupun jurnal khusus.





Baca Juga: Kode Akun: Pengertian, Pengelompokkan dan Macam – Macam Contohnya





Setelah tahap jurnal usai kita akan menuju sebuah proses yang namanya memposting buku besar dan kemudian muncullah neraca saldo.





Namun, tak berhenti disini. Tahap ini masih panjang. Kita harus menyesuaikan saldo akun di akhir periode akuntansi agar pada saat pelaporannya pas.





Coba bayangkan saja ketika kita sudah melunasi utang dagang, otomatis utang kita berkurang dan kas kita juga. Masa iya masih akan tetap sama.





Dan perlu diingat ini tahapan paling penting dan menentukan kedepannya laporan kita benar atau tidak. Banyak sekali kesalahan dalam penyesuaian diantaranya salah input nama akun dan nominalnya tertukar.





Tahap selanjutnya adalah worksheet atau biasa kita kenal sebagai neraca lajur. Sebenarnya mau langsung ke laporan keuangan juga bisa. Tapi adanya worksheet ini sangat bermanfaat bagi pemula maupun yang sudah berpengalaman. Worksheet ini bisa membantu kita mengecek kesalahan kita juga.





Baca Juga: Apa itu Pasiva dan Mengapa Letaknya di Sebelah Kiri?





Dan yang paling kita
tunggu adalah tahapan laporan keuangan. Yakni ada lima macam diantaranya :





  1. Laporan Laba Rugi (Income Statement)
  2. Laporan Perubahan Ekuitas (Statement of Changes in
    Equity)
  3. Neraca (Balance Sheet)
  4. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)
  5. Catatan atas Laporan Keuangan (Notes to Financial
    Statement)




Di dalam neraca sendiri terdapat akun – akun riil misalnya :





    1. Aktiva
    • Aktiva lancar

    • Aktiva tetap


    2. Utang
    • Utang lancar

    • Utang jangka panjang


    3. Modal




Selengkapnya bisa baca saja di Pengertian Akun dan Macam – Macam Contohnya dalam Akuntansi





Disebut sebagai akun riil karena akun ini terbuka (opened account) karena akun ini biasanya memuliki saldo yang akan dibuka kembali untuk tahun berikutnya dan juga akun ini bersifat permanen (permanent account) yang tetap ada walaupun ada jurnal penutupan.





Baca Juga: Pengertian Aktiva dan Klasifikasi Menurut Konvertibilitas





Baiklah sekian dari pembahasan mengenai akun riil dalam akuntansi semoga bermanfaat dan tunggu terus update artikel terbaru dari kami.



Sumber er.com

Sabtu, 29 Februari 2020

Pengertian, Dan Macam – Macam Akun yang Terdapat Pada Akun Nominal


Pengertian Akun Nominal dalam Akuntansi – Setelah memposting seputar akun riil pastinya harus ada akun nominal sebagai pelengkapnya. Ibarat debet dan kredit apabila salah satunya tak ada maka akan aneh, seperti ada yang kurang.





Apakah anda sempat bertanya tentang akun nominal itu akun yang bagaimana? Apakah lawan dari akun riil? Apakah akun yang semuanya berada di kredit? Apakah akun setelah neraca saldo?





Pengertian Akun Nominal





Akun nominal adalah akun yang disajikan dalam laporan laba rugi. Jadi, akun ini tidak akan disajikan dalam neraca maupun laporan perubahan ekuitas. Laporan ini berisi akun pendapatan (sales/revenues) dan beban (expenses). Akun – akun seperti aktiva, utang, dan modal tidak akan masuk ke akun nominal ini.





Baca Juga: Akun Riil: Penjelasan dan Pembagiannya Dalam Nereaca





Dikatakan akun
nominal karena akun ini tidak memiliki saldo sebab sudah dipindakhakn ke modal
(ikhtisar laba rugi). Akun ini juga disebut sebagai akun yang tertutup (closed
account) karena keberadaannya selalu ada dalam jurnal penutup. Semua akun
nominal nantinya akan menuju jurnal penutup untuk menutup pendapatan dan beban,
dan memindahkan laba ke modal.





Akun ini juga disebut sebagai akun sementara (temporary account). Contoh mudahnya saja jika ada jurnal penyesuaian yang akan memunculkan akun baru. Sementara akun yang baru nantinya akan ditutup juga dan akan dibuka kembali pada saat jurnal pembalik apabila masih ada syarat tertentu yang memungkinkan akun tersebut muncul kembali.





Setelah mengetahui seluk beluk dari akun nominal tak ada salahnya jika mengenal apa saja akun yang terdapat pada golongan akun nominal, diantaranya :





    1.Golongan Penjualan/Pendapatan (Income)


    • Penjualan (Sales)

    • Retur Penjualan (Sales Return)



    2.Golongan HPP (Cost of Goods Sold)


    • Harga Pokok Penjualan (Cost Of Goods Sold)

    • Beban Angkut Pembelian (Freight Paid)


    3.Golongan Beban Operasional (Operating Expense)


    • Beban Iklan (Advertising Expenses)

    • Beban Listrik dan Telepon (Telephone&Electricity Expenses)

    • Beban Perlengkapan Toko (Store Supplies Expense)

    • Beban Piutang tak Tertagih (Bad Debts Expenses)

    • Beban depresiasi (Depreciation Expense)

    • Beban Asuransi (Insurance Expenses)

    • Beban Sewa (Rent Expenses)

    • Beban Gaji dan Upah (Wages and Salaries Expenses)

    • Beban Operasi Lain- lain (Other Operating Expenses)


    4.Golongan Pendapatan Non Operasional (Other Income)


    • Pendapatan Bunga (Interest Revenue)


    5.Golongan Beban Non Operational (Other Expenses)


    • Beban Bunga (Interest Expense)

    • Beban Administrasi Bank (Bank Service Charge)

    • Bebam Administrasi Bank (Income Tax Expense)






Untuk akun beban memang biasanya dibedakan menjadi 2 yakni beban operasional dan beban non operasional, sama dengan pendapatan. Agar nantinya tidak tercampur dan ada pemisahan yang jelas untuk membuat laporan keuangan.





Baca Juga: Akun Kontra: Pengertian dan Macam – Macam Akun Yang Termasuk Kedalamnya





Untuk perusahaan
jasa, maka akun cost of goods sold tidak akan ditambahkan, ini terjadi hanya
untuk perusahaan dagang, tapi untuk rumah sakit sendiri menggunakan cost of
goods sold karena di dalamnya terdapat penjualan obat maupun alkes yang bisa
dibeli secara terpisah.





Demikian materi
kali ini seputar akun nominal, semoga dapat bermanfaat dan stay terus untuk
postingan terupdate dari kami.



Sumber er.com

Transanksi: Pengertian, Kegiatan Yang Termasuk Transaksi dan Contoh Buktinya


Transaksi dan Contoh Buktinya – Mendengar kata transaksi apa yang terlintas di pikiran anda? Apakah transaksi hanya terbatas pada kegiatan pada perusahaan? Atau transaksi bisa dilakukan setiap orang? Misalnya ketika kita membeli cabai 1 ons di warung dan sayuran atau membeli sebuah PC gaming yang berkelas atau pada saat kita melakukan transfer untuk membeli printer secara online? Apakah ini termasuk ke transaksi? Penjelasan ini akan kita kupas bersama.





Transaksi menurut
KBBI adalah persetujuan jual beli (dalam perdagangan) antara dua belah pihak.
Untuk menyederhakannya transaksi adalah sebuah proses kegiatan ekonomi yang
menyebabkan perubahan posisi pada harta entah itu bertambah ataupun berkurang
jumlahnya.





Transaksi keuangan adalah kejadian – kejadian dalam perusahaan yang bersifat finansial, yang harus diproses mulai dari pencatatan transaksi yang mengakibatkan perubahan aktiva, kewajiban, dan ekuitas yang berhubungan dengan pihak luar.





Baca Juga: Pengertian, Dan Macam – Macam Akun yang Terdapat Pada Akun Nominal





Lalu apa saja
kegiatan yang termasuk ke dalam transaksi itu?





  1. Menjual barang dagangan baik secara tunai atau
    kredit
  2. Membeli persediaan tunai atau kredit
  3. Membayar tagihan atau beban
  4. Membayar utang baik secara langsung maupun
    transfer
  5. Menerima jasa dari orang lain
  6. Menerima sewa




Transaksi tidak
selalu kas yang akan berkurang. Kas sendiri merupakan bagian dari harta. Kadang
ada kegiatan membeli barang secara kredit. Kita sempat bingung apakah ini
transaksi atau bukan? Lebih mudahnya pada saat kita membeli secara kredit kita
akan mendapatkan barangnya terlebih dahulu bukan? Dan kita juga mempunyai utang
kepada pihak yang bersangkutan. Barang tersebut sudah masuk ke akun harta dan
menyebabkan terjadinya perubahan.





Setiap transaksi
juga hampir selalu disertai dengan bukti transaksi. Apakah bukti transaksi itu?
Bukti transaksi adalah sebuah catatan atas terjadinya suatu transaksi yang bisa
dipertanggungjawabkan.





transaksi dan contoh buktinya
Contoh faktur penjualan obat (sumber : blog pendidikan)




Contoh bukti transaksi antara lain :





  • Kuitansi (untuk mencatat pembayaran yang bukan barang dagangan)




Kuitansi (untuk mencatat pembayaran yang bukan barang dagangan)
Sumber paper.id




  • Nota kontan (untuk mencatat pembelian barang dagangan secara tunai)




Nota kontan (untuk mencatat pembelian barang dagangan secara tunai)
Sumber: Lazada




  • Faktur (untuk mencatat penjualan barang dagangan secara kredit/bukti yang didapat ketika kita melakukan pembelian secara kredit)




Faktur (untuk mencatat penjualan barang dagangan secara kredit/bukti yang didapat ketika kita melakukan pembelian secara kredit)




  • Nota kredit (bukti yang dibuat oleh penjual saat barang yang diretur oleh pembeli sudah diterima)




Nota kredit (bukti yang dibuat oleh penjual saat barang yang diretur oleh pembeli sudah diterima)
Sumber dodirullyandapgsd.blogspot.com




  • Nota debet (bukti yang dibuat oleh pembeli sebagai bukti telah dilakukan transaksi pengembalian/retur barang yang dikirim dari supplier)




Nota debet (bukti yang dibuat oleh pembeli sebagai bukti telah dilakukan transaksi pengembalian/retur barang yang dikirim dari supplier)
Sumber: neocities.org




  • Bukti kas keluar (untuk mencatat transaksi pengeluaran internal perusahaan yang biasanya dilampiri  bukti transaksi lain)




Bukti kas keluar (untuk mencatat transaksi pengeluaran internal perusahaan yang biasanya dilampiri  bukti transaksi lain)
Sumber: Tokopedia




  • Bukti kas masuk (untuk mencatat transaksi penerimaan internal perusahaan yang biasanya dilampiri  bukti transaksi lain)




Bukti kas masuk (untuk mencatat transaksi penerimaan internal perusahaan yang biasanya dilampiri  bukti transaksi lain)
Sumber: Bukalapak




  • Cek (bukti transaksi untuk penarikan sejumlah uang tertentu yang nominalnya besar dan nama yang menerima cek sudah tertera)




Cek (bukti transaksi untuk penarikan sejumlah uang tertentu yang nominalnya besar dan nama yang menerima cek sudah tertera), transaksi dan contoh buktinya




  • Bilyet giro (merupakan surat perintah pemindahbukuan dari nasabah suatu bank yang bersangkutan untuk memindahkan sejumlah uang dari rekening penerima yang namanya disebut dalam bilyet giro pada bank yang sama atau bank yang lain)




Bilyet giro (merupakan surat perintah pemindahbukuan dari nasabah suatu bank yang bersangkutan untuk memindahkan sejumlah uang dari rekening penerima yang namanya disebut dalam bilyet giro pada bank yang sama atau bank yang lain), transaksi dan contoh buktinya
Sumber: kuliah.info




Baca Juga: Akun Kontra: Pengertian dan Macam – Macam Akun Yang Termasuk Kedalamnya





Sekian materi pada kesempatan kali ini mengenai transaksi dan contoh buktinya dari beberapa jenis yang sudah kami sertakan lengkap dengan gambar agar mempermudah teman-teman dalam mempelajarinya



Sumber er.com

Jumat, 28 Februari 2020

Jurnal Manual: Pengertian, Fungsi dan Proses Pembuatan


Pengertian, Fungsi dan Proses Pembuatan Jurnal Manual – Setelah kita melakukan transaksi tentu saja kita mendapatkan bukti transaksi yang selanjutnya kita olah dan pilah ke jurnal umum maupun jurnal khusus. Bagaimana dengan persamaan dasar akuntansi? Apakah masih dibutuhkan? Mengapa langsung ke jurnal? Untuk mengetahui jawabannya mari kita simak bersama penjelasan di bawah ini.





Persamaan dasar akuntansi telah dibahas pada beberapa bulan yang lalu, yang tujuannya adalah mengenalkan akuntansi dasar bagi pemula. Untuk tahap selanjutnya yang kita gunakan adalah jurnal yang merupakan kunci awal adanya proses pembukuan.






Pengertian Jurnal





Jurnal berasal dari bahasa Prancis yaitu journal yang berarti buku harian. Jurnal diartikan sebagai buku harian yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang telah terjadi berupa pendebetan dan pengkreditan secara kronologis beserta penjelasan yang diperlukan. (sumber : Modul Memproses Entri Jurnal)





Baca Juga: Perbedaan Debet dan Kredit Dalam Ilmu Akuntansi





Selain Pengertian di atas, Jurnal Juga Memiliki 5 Fungsi diantaranya:





1. Fungsi historis





Pencatatan setiap transaksi dilakukan secara kronologis (berurutan) berdasarkan tanggal terjadinya transaksi. Jurnal juga bisa untuk mengetahui perkembangan perusahaan setiap harinya.





2. Fungsi pencatatan





Jurnal
digunakan untuk mencatat setiap peristiwa finansial yang terjadi dalam
perusahaan. Setiap perubahan harta, utang, modal, pendapatan, dan beban harus
dicatat terlebih dahulu ke dalam jurnal agar pembuatan laporan keuangan
perusahaan dapat dilakukan secara lengkap.





3. Fungsi analisis





Pencatatan
ke dalam jurnal merupakan hasil analisis transaksi berupa pendebetan dan
pengkreditan akun yang berpengaruh, jumlah nominalnya, penggolongan nama akun
dan lainnya.





4. Fungsi instruksi





Fungsi
jurnal yang merupakan instruksi adalah perintah untuk mendebet dan mengkredit
akun sesuai dengan catatan dalam jurnal. Pencatatan ini bukan sebatas dokumentransaksi
saja tapi juga bersifat instruksi. Keterangan menjadi lebih jelas dengan nama
akun, jumlah debetdan kredit ref dan lainnya.





5. Fungsi informatif





Fungsi ini artinya jurnal memberikan penjelasan mengenai transaksi yang telah terjadi.





Baca Juga: Komputerisasi Akuntansi dan Pengenalan MYOB Bagi Pemula





Peralatan apa saja yang diperlukan dalam proses pembuatan jurnal secara manual?





Apakah dalam proses pembuatan jurnal membutuhkan peralatan? Tentu saja. Tidak hanya saat kita memasak. Untuk jurnal yang sudah terkomputerisasi akan kita bahas dalam artikel selanjutnya.





Untuk kali ini kita akan membahas jurnal yang dibuat secara manual. Menjurnal juga suatu kegiatan dalam keuangan yang perlu dipersiapkan alat dan apa yang kita butuhkan seperti :





  1. Bukti transaksi sebagai sumber informasi
  2. Buku jurnal
  3. Alat tulis (pulpen, pensil, penghapus, penggaris,
    dll)
  4. Alat bantu hitung
  5. Formulir rekapitulasi jurnal




Selain perlengkapan, ada hal lain yang harus kita perhatikan untuk membuat jurnal secara manual yakni:





  1. Transaksi yang dicatat harus berurutan, karena
    jurnal merupakan catatan harian yang bersifat kronologis.
  2. Transaksi yang dicatat harus memuat semua yang
    terkandung dalam bukti transaksi. Misalnya syarat pembayaran, cara pengiriman,
    nominal yang harus kita bayar, diskon, nomor faktur, tanggal jatuh tempo, dan
    masih banyak lagi.
  3. Transaksi yang dicatat harus tepat dan benar, baik
    dalam peletakkan debet kreditnya, balance, dan tidak ada kesalahan baik dalam
    angka maupun nama akunnya.




Sekian artikel
seputar jurnal kali ini, tetap semangat belajar akuntansi dan tentunya update
terus artikel terbarunya.



Sumber er.com